Nyepi Segara di Nusa Penida, DTW Buka tapi Wisata Bahari Dilarang

Fatih Kudus Jaelani - detikBali
Minggu, 27 Sep 2026 09:23 WIB
Foto: Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali, September 2026. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Klungkung -

Destinasi di setiap Daya Tarik Wisata (DTW) di Nusa Penida, Klungkung, Bali, dipastikan tetap buka pada perayaan nyepi segara atau nyepi laut pada Minggu (27/9/2026). Meskipun seluruh penyeberangan dari dan menuju Nusa Penida ditutup, juga seluruh aktivitas di perairan laut dilarang, wisatawan yang sedang bermalam atau stay di Nusa Penida masih bisa mengunjungi seluruh DTW.

"Yang ditutup adalah penyeberangan dan seluruh aktivitas di perairan lautan di kawasan Nusa Penida. Sedangkan destinasi di semua DTW kita tetap buka. Jadi bagi wisatawan yang bermalam atau stay, tetap bisa berkunjung," kata Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya pada detikBali, Minggu (27/9/2026).

"Petugas di DTW juga tetap siaga. Ini seperti halnya Hari Raya Galungan dan Kuningan, tetap ada pelayanan. Kecuali yang tutup total itu Hari Raya Nyepi," imbuhnya.

Kendati dibuka, Putra menegaskan wisatawan hanya bisa menikmati keindahan pantai dan dilarang untuk mandi. Begitu juga aktivitas snorkeling dan diving, juga berbagai jenis wisata bahari lainnya.

Beberapa destinasi seperti Pantai Kelingking juga memang kebanyakan didatangi sebagai spot berswafoto. Sehingga DTW tersebut masih tetap akan buka di hari pelaksanaan tradisi Nyepi Segara.

Diketahui, aktivitas penyeberangan Sanur, Denpasar, menuju Nusa Penida, Klungkung, Bali, ditutup selama satu hari penuh pada hari ini. Penutupan ini dilakukan karena adanya tradisi Nyepi Segara atau nyepi laut dalam rangkaian Ngusaba Alit Pura Penataran Ped Nusa Penida.

"Betul, seluruh penyeberangan menuju dan dari Nusa Penida ditutup hari ini. Ini terkait Nyepi Segara yang diselenggarakan pada Minggu, 27 September 2026, pukul 06.00 Wita sampai dengan Senin, 28 September 2026 pukul 06.00 Wita juga," kata Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma.

Yoga menjelaskan, imbauan penutupan penyeberangan tersebut telah lama diterbitkan panitia Ngusaba Alit Pura Penataran Ped Nusa Penida. Dalam imbauan itu disebutkan laut harus dalam keadaan tenang dan tidak boleh ada aktivitas apapun, baik oleh nelayan maupun wisatawan.

Selama Nyepi Segara, penyeberangan dari dan menuju Nusa Penida, baik melalui Pelabuhan Kusamba, Sanur, maupun Padangbai juga ditutup sementara hingga Senin (28/9/2026).

Yoga menambahkan, selain penyeberangan, seluruh aktivitas wisata di laut seperti snorkeling dan diving juga tidak diperbolehkan.

"Tidak boleh melakukan aktivitas di perairan Nusa Penida, baik itu aktivitas nelayan, penyeberangan, maupun wisata air," jelas Yoga.

Tradisi ini biasanya dilakukan sehari setelah penyelenggaraan Ngusaba Alit yang jatuh pada Purnama Kapat penanggalan Bali. Prosesinya dengan menghaturkan Banten Pakelem ke hadapan Ida Sang Hyang Kala Sunyi.

Tujuannya untuk memohon tirta amertha (air suci) yang berada di dasar samudera. Agar mencapai tujuan inilah umat Hindu se-Kecamatan Nusa Penida diminta menyepikan lautan.



Simak Video "Menikmati Panorama Menakjubkan Crystal Bay di Sore Hari, Bali"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork