Intensitas kunjungan ke wisata pemandian Taman Narmada dan Taman Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, meningkat sejak memasuki musim kemarau.
Plt Direktur PT Tripat, Abu Bakar, mengatakan peningkatan kunjungan mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi kemarau disebut tidak memengaruhi pasokan air di kedua objek wisata tersebut.
"Kalau masalah air tidak ada kendala. Kunjungan yang justru meningkat untuk musim panas ini," katanya, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu belum bisa memastikan persentase kenaikan jumlah pengunjung saat ini karena peningkatan baru terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Namun, berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah kunjungan bisa meningkat hingga 50 persen saat puncak musim kemarau.
"Kami belum bisa mempersentasikan berapa kenaikannya, karena ini baru-baru meningkat. Kalau tahun lalu itu sampai puncak kemarau, bisa sampai 50 persen kenaikannya," ujarnya.
Menurut Abu, dalam beberapa pekan terakhir kunjungan ke Taman Suranadi bisa mencapai sekitar 100 orang pada hari biasa. Jumlah tersebut meningkat saat akhir pekan.
Sementara kunjungan ke Taman Narmada pada hari biasa masih di bawah 100 orang. Namun, jumlahnya juga bisa menembus angka tersebut saat akhir pekan.
Pengunjung saat ini didominasi wisatawan lokal. Sementara wisatawan mancanegara mulai berkurang setelah periode high season berakhir.
"Kalau bulan Agustus kemarin baru ramai turis, kalau sekarang sudah mulai berkurang. Tapi tetap ada turis meski hari biasa," katanya.
Selain jumlah kunjungan, dua objek wisata tersebut juga menyumbang pendapatan bagi PT Tripat. Abu menyebut pendapatan dari Taman Narmada dan Taman Suranadi mencapai sekitar Rp 1 miliar sepanjang Januari hingga Juli 2026.
"Dari Januari sampai Juli mencapai Rp 1 miliar pendapatan yang dibukukan," ujarnya.
Salah seorang pengunjung Taman Suranadi, Jum, mengaku sengaja datang untuk mencari kesejukan di tengah cuaca panas.
"Emang ke sini mau mandi, karena panas sekali, jadi mau yang sejuk-sejuk," kata perempuan asal Mataram tersebut.
Jum mengatakan sebelumnya lebih sering berwisata ke pemandian alam di Desa Sesaot. Namun, kondisi sejumlah sumber air yang mulai mengering saat kemarau membuatnya memilih Taman Suranadi.
"Biasanya ke Sesaot, tapi kan sudah mengering. Makanya ke Suranadi," ucapnya.