Pelaku pariwisata Labuan Bajo yang tergabung dalam Asosiasi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam tindakan agen perjalanan wisata (travel agent) yang menelantarkan tiga wisatawan asal Jerman di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wisatawan bernama Dennis Domenik (34), Catrin (37), dan Mario Jurgen (38) itu ditelantarkan selama lima jam oleh travel agen bernama Phinisi Trip. Kapal wisata yang dijanjikan travel Agen untuk membawa mereka berwisata ke Taman Nasional Komodo tak kunjung datang menjemput mereka di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Travel agen tersebut diketahui tidak memiliki kantor di Labuan Bajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wisatawan tersebut dilaporkan terlantar selama lebih dari lima jam akibat tindakan tidak profesional dari oknum tour operator ilegal yang berasal dari luar Labuan Bajo, yang diduga bernama Phinisi Trip," kata Ketua Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat Aloysius Suhartim Karya dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Aloysius menegaskan penelantaran wisatawan tersebut merupakan tindakan tidak bertanggung jawab, mencederai kepercayaan wisatawan, serta merusak citra Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
"Tindakan seperti ini juga berdampak negatif terhadap seluruh pelaku pariwisata yang selama ini berupaya menjaga standar pelayanan dan reputasi destinasi," tegas Aloysius.
Asosiasi Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap travel agent tersebut. Pihak kepolisian juga diminta untuk menindaklanjuti laporan wisatawan terhadap travel agent tersebut.
"Dilakukannya evaluasi serta penertiban terhadap keberadaan tour operator ilegal di Labuan Bajo," tegas Aloysius.
"Pemberian sanksi tegas, termasuk blacklist terhadap tour operator yang terbukti melakukan pelanggaran," lanjut ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat tersebut.
Pihaknya, ujar Aloysius, berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme, keamanan, dan kenyamanan wisatawan. "Serta memastikan bahwa Labuan Bajo tetap menjadi destinasi yang aman, terpercaya, dan berkelas dunia," tandas Aloysius.
Diberitakan sebelumnya, tiga wisatawan asal Jerman telantar di Pelabuhan Marina Labuan Bajo Senin (6/4/2026). Mereka diduga menjadi korban penipuan travel agent bernama Phinisi Trip.
Kapal Pinisi Marea yang dijanjikan travel agent untuk membawa tiga turis itu berwisata ke TN Komodo tak kunjung datang menjemput mereka di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Travel agent akhirnya menyediakan kapal pengganti untuk wisatawan tersebut setelah diadukan ke Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polres Manggarai Barat.
"Ketiga wisatawan mancanegara tersebut telah menunggu di pelabuhan sejak pukul 08.00 Wita. Namun, hingga pukul 13.00 Wita, kapal Pinisi Marea yang seharusnya mereka tumpangi tak kunjung memberikan kepastian," ungkap Kasatpamobvit Polres Manggarai Barat, Iptu Abnel Tamonob.
"Kepolisian berhasil memediasi pengaduan tiga wisatawan asal Jerman yang sempat merasa ditipu oleh agen perjalanan terkait jadwal keberangkatan kapal wisata pinisi di Pelabuhan Marina Waterfront," lanjut Abnel.
(hsa/hsa)