Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak hanya punya Labuan Bajo yang mendunia. Di balik bukit-bukit sunyi Wae Sano, terdapat Danau Sano Nggoang, sebuah danau vulkanik yang penuh misteri, legenda, dan keindahan yang masih alami.
Lokasinya berada di Kecamatan Sano Nggoang dan dikelilingi desa-desa kecil yang kaya tradisi.
Tak banyak wisatawan yang tahu bahwa danau ini bukan sekadar danau belerang, tetapi juga ruang hidup penuh nilai budaya dan kisah turun-temurun. Berikut fakta-fakta Danau Sano Nggoang yang menarik untuk detikers ketahui.
1. Danau Vulkanik Luas dengan Aroma Belerang yang Khas
Berdasarkan cerita para Tua Golo atau tetua adat, Sano Nggoang sudah ada sejak sebelum manusia menghuni kawasan ini. Meski tanpa catatan tertulis, masyarakat percaya danau ini terbentuk jauh lebih dulu daripada pemukiman yang ada sekarang.
Secara ilmiah, Danau Sano Nggoang memiliki luas sekitar 512 hektare, berada di ketinggian 757 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan terbentuk dari kaldera bekas erupsi Gunung Sano Nggoang. Batuan vulkanik tua yang ada di sekitar danau merupakan batuan tertua di wilayah tersebut.
Saat berada di tepian danau, detikers akan langsung mencium aroma belerang yang khas dan menyegarkan, ciri utama danau kawah aktif di wilayah pegunungan Flores ini.
2. Warga Menolak Kehadiran Korporasi, Bank Dunia Pernah Hengkang
Sejak 2018, masyarakat Wae Sano konsisten menolak masuknya investor besar, termasuk yang datang dengan tawaran uang hingga jabatan. Rencana eksplorasi geothermal yang sempat digagas bahkan membuat Bank Dunia mundur, sementara sejumlah korporasi besar gagal menancapkan proyeknya.
Alasannya sederhana, yakni warga ingin mempertahankan ruang hidup, tanah adat, dan sakralitas danau yang sudah mereka jaga turun-temurun. Bagi mereka, Sano Nggoang bukan sekadar bentang alam, tetapi bagian dari identitas.
Simak Video "Video: Komodo Keliaran di Area Sekolahan Labuan Bajo"
(nor/nor)