3 Desa Wisata di Bali yang Populer dan Terkenal di Kalangan Wisatawan

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 19 Agu 2022 21:00 WIB
Desa Wisata Penglipuran
Foto: Desa Wisata Penglipuran (Tasya Khairally/detikcom)
Bali -

Anda sedang mencari tempat wisata populer di Bali? Inilah daftar 3 desa wisata yang terkenal di kalangan wisatawan, bahkan sudah mendunia. 3 desa wisata di Bali ini menawarkan originalitas tempat wisata budaya, adat istiadat atau tradisi Bali.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk mengetahui lebih detail seperti apa daya tarik destinasi desa wisata di Bali yang unik dan terkenal, berikut rangkuman dari detikBali.

1. Desa Wisata Jatiluwih


Desa Jatiluwih Tabanan BaliDesa Jatiluwih Tabanan Bali Foto: (Desa Jatiluwih)

Desa Wisata Jatiluwih diapresiasi oleh Kemenparekraf. Destinasi ini disebut sebagai representasi dari pengembangan berbasis wisata berkelanjutan di Indonesia.

Desa Wisata Jatiluwih telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2012 oleh UNESCO. Desa ini merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan, yaitu yang berbasis keberlanjutan lingkungan.

Desa Wisata Jatiluwih mendapatkan sekitar 1.000 kunjungan wisatawan per hari, tapi saat pandemi rata-rata hanya 20 orang per hari yang datang, bahkan ada kalanya tak ada sama sekali. Namun sejak Mei 2022 ini, jumlah kunjungan berangsur naik hingga 400-500 wisatawan per hari.

2. Desa Wisata Penglipuran

Wisatawan domestik dan mancanegara padati kawasan Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Kamis (28/4/2022).Wisatawan domestik dan mancanegara padati kawasan Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Kamis (28/4/2022). Foto: Agus Eka/detikBali

Berlokasi di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, tata ruang desa menjadi ikon dari Desa Wisata Penglipuran. Keunikan inilah yang buat wisatawan berbondong-bondong datang ke desa ini.

Wisatawan akan disuguhkan wisata rumah-rumah penduduk. Di pekarangan penduduk ada 3 bangunan tradisional yang tetap dijaga dan dilestarikan. Pintu masuk ke rumah penduduk namanya angkul-angkul, kemudian ada dapur tradisional, ada bale saka 6, yang semua itu adalah untuk diwajibkan kepada masyarakat menggunakan atap bamboo.

Bisa terlihat bahwa rumah-rumah yang terdapat di Desa Wisata Penglipuran begitu khas dan tradisional. Banyak penduduk yang menjual produk lokal, seperti tas, baju, hingga kebaya khas bali.

Desanya yang berundak-undak menjadi ikon favorit wisatawan untuk berfoto-foto. Di depan rumah penduduk juga terpasang janur-janur yang menjuntai.

Keunikan selanjutnya adalah desa ini begitu bersih. Terlihat warga yang kerap membersihkan jalan bila terdapat sampah yang berserakan. Tak aneh jika desa ini mendapat predikat desa wisata ketiga tebersih di dunia.

Nah, untuk menikmati keindahan Desa Wisata Penglipuran, tersedia pula homestay untuk wisatawan. Tinggal di rumah tradisional khas Bali, tentu kamu bisa merasakan bagaimana adat dan budaya Bali masih sangat diterapkan di sini.

Untuk traveler yang mau berwisata ke Desa Wisata Penglipuran Bali, tempat wisata ini sudah kembali dibuka sejak 9 September lalu. Tarifnya adalah Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Sementara untuk warga asing Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu untuk anak-anak. Desa Penglipuran Bali buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WITA.

3. Desa Wisata Tenganan

Serunya tradisi ayunan jantra  yang ada di Desa Tenganan PegringsinganSerunya tradisi ayunan jantra yang ada di Desa Tenganan Pegringsingan Foto: I Wayan Selamat Juniasa

Desa Tenganan Desa Tenganan berlokasi di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa ini masih mempertahankan rumah dan adat yang sudah ada sejak dulu kala.

Hal ini karena masyarakat desa memiliki aturan adat yang sangat kuat yang disebut dengan awig-awig. Aturan adat tersebut sudah ada sejak abad ke-11, dan diperbarui pada 1842.

Deretan rumah adat yang masih dipertahankan merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun sebelum bisa masuk ke sana, wisatawan tidak membeli karcis namun memberi sumbangan seikhlasnya. Lingkungan Desa Tenganan masih sangat terjaga. Banyak sawah dan tanaman masih terlihat asri.

Kerbau milik warga pun bebas berkeliaran di pekarangan rumah. Salah satu pintu masuk rumah masyarakat di Desa Tenganan, Bali, yang masih tradisional.

Sembari mempelajari sejarah, budaya, adat, menikmati keindahan rumah adat dan nuansa lingkungannya yang tenang, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh yang menjual banyak kerajinan Desa Tenganan. Toko tersebut menjual berbagai jenis kerajinan mulai dari anyaman bambu, ukiran, lukisan yang diukir di atas daun lontar yang sudah dibakar, serta kain geringsing.

Tenganan sangat terkenal terkait pembuatan kain geringsing. Kain yang hanya diproduksi di Desa Tenganan dibuat menggunakan tangan. Waktu pembuatan yang lama dan warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan membuatnya menjadi buah tangan yang wajib dibawa pulang.



Simak Video "Desa Wisata Penglipuran Bali Bersiap Sambut Delegasi G20"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)