Manchester City harus melewati ujian mental sebelum membungkam Liverpool 3-0. Erling Haaland menyebut kemenangan di Anfield itu bukan sekadar soal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, melainkan juga tentang kekuatan mental dan kebersamaan tim.
Man City mendapat keuntungan setelah Ryan Gravenberch diganjar kartu merah akibat menerima dua kartu kuning dalam pertandingan di Anfield, Minggu (11/10). Meski unggul jumlah pemain, The Citizens baru bisa memecah kebuntuan setelah skor kacamata bertahan selama lebih dari 60 menit.
Haaland menjadi pemain yang membuka keunggulan Man City. Jeremy Doku dan Rayan Cherki, yang masuk dari bangku cadangan, kemudian bergantian membobol gawang Liverpool untuk memastikan kemenangan 3-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan tersebut terasa semakin berarti karena Man City harus menghadapi tantangan fisik dan mental. Para pemain dibayangi kelelahan setelah jeda internasional yang panjang. Mereka juga mendapat cemoohan dari suporter Liverpool setelah klub dinyatakan bersalah dalam kasus manipulasi keuangan.
"Tadi adalah pertandingan yang sulit, pertandingan yang berat. Namun, kami menunjukkan karakter yang luar biasa dari lini depan sampai belakang. Sangat bangga dengan semua orang," cetus Erling Haaland, dilansir dari detikSport.
"Anda ingin memenangi banyak pertandingan, sesederhana itu saja. Bermain dengan bagus, memainkan sepakbola yang bagus, dan memenangi permainan," cetus superstar sepakbola Norwegia itu.
Haaland menilai kekuatan mental menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan Man City. Menurutnya, kembali bertanding setelah jeda internasional bukan perkara mudah. Karena itu, ia bangga melihat timnya tetap solid di tengah tantangan yang dihadapi.
"Tadi itu adalah sebuah pertarungan mental, tidak pernah mudah kembali dari laga internasional. Aku merasa bangga karena kami tetap bersatu, kami kuat secara mental. Ada banyak pertandingan di depan, jadi sekarang waktunya memulihkan tenaga dan mulai lagi," dia menambahkan.