Kylian Mbappe benar-benar menjadi 'musuh rakyat' di Paraguay. Boneka yang mewakili kapten Timnas Prancis itu dibakar di depan publik dalam Festival San Juan, dengan videonya viral di media sosial.
Pembakaran boneka Mbappe dilakukan dalam sesi tradisional bernama Judas Kai. Pemain Real Madrid itu bahkan dinobatkan sebagai 'sosok paling dibenci' dalam perayaan tahunan yang digelar masyarakat Paraguay.
Menukil media Meksiko SDP Noticias, Judas Kai merupakan tradisi membakar boneka yang mewakili tokoh tidak populer atau dianggap sebagai 'musuh rakyat'. Tradisi tersebut memadukan cerita rakyat, humor, dan kritik sosial.
Dalam video yang beredar di media sosial, boneka bertuliskan nama 'Mbappe' terlihat tergantung di atas seutas tali. Seorang pria kemudian membakarnya menggunakan obor dan disambut sorak-sorai penonton, sebelum boneka itu memuntahkan petasan kembang api.
Dipicu Laga Prancis Vs Paraguay
Kemarahan publik Paraguay bermula setelah tim nasional mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026. La Albirroja kalah 0-1 dari Prancis pada babak 16 besar akibat gol penalti Mbappe.
Penampilan Mbappe sepanjang pertandingan turut memicu reaksi suporter Paraguay. Bintang Real Madrid itu dianggap bersikap provokatif terhadap lawan, menghindari jabat tangan dengan kiper Orlando Gill, serta mengkritik gaya bermain Paraguay yang disebutnya 'kotor'.
Situasi semakin memanas setelah Senator Paraguay Celeste Amarilla melontarkan komentar rasis kepada juara Piala Dunia 2018 tersebut. Pernyataan itu memicu respons keras dari Mbappe, Real Madrid, hingga pemerintah Prancis.
Simak Video "Video Brasil Hajar Skotlandia 3-0, Vinicius Brace"
(dpw/dpw)