Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Tony Wenas melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI Nusa Tenggara Timur (NTT) Periode 2025-2030 di Kota Kupang. Pelantikan tersebut didampingi Sekretaris Jenderal DPP PAPPRI Dwiki Dharmawan serta penyanyi Ita Purnamasari.
"Bisa dibilang PAPPRI ini organisasi musisi tertua, berdiri tahun 1986 didirikan oleh senior-senior musisi," ujar Tony Wenas, Kamis (5/11/2026).
Tony membeberkan saat ini PAPPRI sudah tersebar di 22 provinsi dan 96 kabupaten/kota, dan yang paling lengkap berada di NTT. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia itu juga menjelaskan, tugas dan tanggung jawab PAPPRI adalah memperjuangkan hak-hak para seniman musik Indonesia baik itu berkaitan dengan royalti maupun hak cipta lagu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tugas dan tanggung jawab PAPPRI adalah untuk memperjuangkan hak-hak para seniman musik Indonesia, yang diterjemahkan dalam berbagai hal antara lain memperjuangkan royalti para pencipta lagu, memperjuangkan bahwa pekerja di bidang musik ini juga perlu mendapatkan jaminan sosial," tambah dia.
Untuk itu, ia berharap kepengurusan DPD PAPPRI NTT yang baru dapat bekerja sama untuk meningkatkan nilai tawar musisi lokal melalui sertifikasi.
Sementara itu, Ketua DPD PAPPRI NTT Periode 2025-2030, Adriana Buna Kalla, menegaskan komitmennya menjadikan organisasi PAPPRI sebagai rumah besar bagi seniman di NTT. Adriana juga menyoroti, pentingnya menjaga musik Timur dan memberikan ruang ekspresi bagi musisi lokal dengan dukungan bantuan dari pemerintah.
"Selain itu, kami juga akan terus bersuara, minta Indonesia itu mencintai musik Timur dengan karakternya. Kalau dibiarkan seniman ini bekerja sendiri-sendiri saya rasa akan turun juga. Kalau ada PAPPRI dan kemudian PAPPRI bisa menjadi kekuatan besar dan ditopang pemerintah dan kemudian ini akan tetap kita jaga hingga generasi yang akan datang," terangnya.
Adriana juga menyampaikan keresahan seniman lokal yang kerap kalah panggung dengan artis dari Jakarta. Musisi NTT kata dia, mampu bersaing dengan berbagai musisi dimana saja, namun terkendalanya ruang yang diberikan.
"Kami juga terus bersuara kepada pemerintah bahwa kami seniman harus diberi ruang. Memang ruang itu sudah ada, namun jika tidak dijaga maka bagaimana kami bisa berekspresi dengan baik. NTT punya musisi untuk itu beri kami ruang-ruang ketika ada event besar, kenapa harus artis dari Jakarta, sementara kita di NTT punya segudang penyanyi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung organisasi PAPPRI di NTT.
"Jadi menurut saya musik dan musisi betul-betul penting. Karena dengan lagu itu kita bisa tenang. Kita kawal dengan baik, agar PAPPRI NTT bisa jalan dengan baik ke depan," kata Laka Lena.