Program makan bergizi gratis (MBG) ternyata belum sepenuhnya menjangkau Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Kecamatan Lambitu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bima belum tersentuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
Tidak hanya itu, 20 titik dapur MBG untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Bima juga hingga kini belum beroperasi, padahal sudah lama dibangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Kabupaten Bima, Indri mengakui hal itu. "Iya benar. Tersisa di Kecamatan Lambitu," ucap Indri dikonfirmasi detikBali, Senin (2/11/2026).
Selain itu, beberapa dapur MBG berstatus 3T di wilayah Kabupaten Bima juga belum ada yang beroperasi. Meski begitu, Indri tidak mengetahui penyebab dapur 3T belum beroperasi, termasuk yang sudah dibangun.
"Belum jalan (Dapur MBG 3T) yang sudah terbangun," ungkap dia.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Bima, Bohri Rahman. "Semua penerima manfaat (PM) program MBG di Kecamatan Lambitu hingga kini belum terlayani," katanya.
Begitu pun dengan dapur MBG 3T di Kabupaten Bima, hingga saat ini belum berjalan. Tercatat, ada 20 SPPG 3T yang tersebar pada enam Kecamatan. Yakni di Kecamatan Sape, Lambu, Wera, Ambalawi, Parado dan Langgudu.
"Dari 20 SPPG 3T belum ada satupun yang beroperasi," bebernya.
Bohri menyebutkan 20 SPPG 3T itu tercatat ada delapan unit yang sudah diapraisal pada April 2026. Tujuh lainnya sudah diapraisal pada Mei 2026. Sedangkan dua SPPG lainya sudah siap dilakukan apraisal.
"Sementara 3 SPPG sisanya dalam tahap penyelesaian," tandas Bohri.