Siswa Rote Ndao NTT Naik Kuda ke Sekolah Imbas BBM Langka

Simon Selly - detikBali
Jumat, 23 Okt 2026 15:47 WIB
Foto: Tangkapan layar video siswa SMAN 1 Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, naik kuda ke sekolah karena BBM langka. (Tangkapan layar)
Kupang -

Dua siswa SMA Negeri (SMAN) 1 Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menunggang kuda ke sekolah karena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Aksi dua siswa kelas XI itu menunggang kuda masing-masing viral di media sosial (medsos).

"Di tengah mahalnya BBM, mereka punya solusi antimainstream, naik kuda ke sekolah, kalau begini, tidak perlu antre di SPBU. Cukup siapkan pelana dan gas ke sekolah," demikian narasi video yang ditulis akun Instagram @ntt_talk.

Dalam rekaman video tersebut, nampak seorang siswa berpakaian olahraga dengan lihai menunggangi seekor kuda cokelat memasuki halaman sekolah. Setelah itu, muncul juga siswa lainnya yang berseragam pramuka dan berkuda saat masuk ke halaman sekolah.

Menanggapi siswa-siswa yang berkuda ke sekolah karena BBM langka, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan jika kelangkaan BBM menghambat aktivitas sekolah, maka sekolah bisa melakukan pembelajaran dari rumah.

"Pembelajaran jarak jauh dan penugasan serta bisa melakukan pendampingan," kata Ambrosius, Jumat (23/10/2026).

"Karena kalau jarak jauh juga guru tidak ada BBM, mau kunjungi anak tidak ada BBM, jadi pola pembelajaran jarak jauh baik," tambah Ambrosius.

Menurutnya yang terpenting adalah kegiatan belajar mengajar (KBM) jangan sampai terhenti jika tidak dalam keadaan darurat. "Tidak bisa tidak ke sekolah karena alasan transportasi, tapi bisa dilakukan pembelajaran dari rumah dengan diberikan penugasan-penugasan," katanya.

Ambrosius juga tidak mempermasalahkan siswa menggunakan kuda sebagai alat transportasi, selama aman dan telah dilakukan pembahasan dengan pihak sekolah maupun orang tua.

"Tentu ini kearifan lokal yang bisa digunakan, sepanjang peserta didik bisa mengendarai kuda, lalu kuda itu tersedia. Jangan sampai dia tidak bisa mengendarai kuda, lalu kemudian menimbulkan cedera pada anak, itu kita tidak inginkan," jelasnya.

"Kita berharap persoalan BBM ini bisa segera diatasi, sehingga semua sektor layanan bisa bergerak baik," tandas Ambrosius.



Simak Video "Video: BBM Langka Berhari-hari di Bali: Antrean Berjam-jam "

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork