11 Puskesmas di Mataram Punya Nakes yang Bisa Bahasa Isyarat

Nathea Citra - detikBali
Selasa, 20 Okt 2026 18:47 WIB
Suasana pelayanan kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Penyandang disabilitas kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih inklusif di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) terlatih bahasa isyarat di seluruh 11 puskesmas untuk memudahkan komunikasi dengan pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengatakan setiap puskesmas telah memiliki 2-3 tenaga kesehatan yang terlatih menggunakan bahasa isyarat. Pelatihan tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu.

"Kita sudah melatih 11 puskesmas dari tahun lalu untuk melatih menggunakan bahasa isyarat. Dan masing-masing puskesmas punya 2-3 tenaga kesehatan yang terlatih berbahasa isyarat," kata Emirald, saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Emirald menjelaskan, tenaga kesehatan yang menguasai bahasa isyarat berasal dari unsur petugas front office hingga perawat. Mereka disiapkan untuk membantu komunikasi dengan pasien, termasuk saat proses pendaftaran dan ketika mengakses layanan kesehatan.

"Tenaga bahasa isyarat ada front office hingga perawat. Keterwakilannya sekitar 2-3 per puskesmas. Ada unsur perawat dan front office. Front office itu bisa dari tenaga rekam medis untuk pendaftaran yang (ada di) bagian lobby ada juga perawat," terangnya.

Selain menyiapkan tenaga kesehatan yang menguasai bahasa isyarat, Pemkot Mataram juga membenahi sarana dan prasarana puskesmas agar lebih mudah diakses penyandang disabilitas.

Fasilitas yang disiapkan antara lain jalur khusus kursi roda, kursi roda, railing, hingga toilet ramah disabilitas.

"Bukan hanya penggunaan bahasa isyarat, tetapi fasilitas-fasilitas kita upayakan untuk ramah disabilitas. Kita sudah menyiapkan jalur untuk penggunaan kursi roda, kami juga memastikan kursi roda tersedia. Termasuk railing-railing yang kami gunakan. Kami juga lakukan upaya perbaikan terhadap toilet yang ramah disabilitas," ungkapnya.

Emirald mengatakan, jalur khusus kursi roda disiapkan agar penyandang disabilitas dapat mengakses fasilitas puskesmas tanpa harus diangkat.

"Jalur khusus yang memang bisa diakses untuk kursi roda, tidak lagi diangkat, tetapi didorong. Minimal dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, kita sudah mendukung untuk menuju ramah disabilitas," tandasnya.



Simak Video "Video: Mengenal Profesi Juru Bahasa Isyarat"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork