Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menelan anggaran mencapai Rp 4,6 triliun selama tahun 2026. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu diklaim mampu menekan pengangguran dan mendongkrak roda perekonomian di Bumi Gora.
Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Perbendaharaan NTB, Adi Widyandana, mengungkapkan peluang kerja terbuka dengan beroperasinya ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB.
Baca juga: 4 SD di Mataram Tolak MBG |
"MBG ini benar-benar sudah secara analisis berdampak pada perekonomian di NTB. Pertama, menggerakkan para supplier yang ada di sekitar SPPG. Entah itu supplier dari desa, UMKM desa, atau supplier kabupaten selama tidak keluar dari NTB," kata Adi di Mataram, Selasa (20/10/2026).
Adi menjelaskan alokasi anggaran MBG di NTB mencapai Rp 4,6 triliun itu telah termasuk untuk upah tenaga kerja, khususnya di dapur-dapur operasional SPPG. Menurutnya, berbagai posisi diisi oleh tenaga kerja lokal yang mendapatkan upah layak, mulai dari pengurus SPPG hingga relawan pengolah makanan.
Menurut Adi, program MBG juga berpotensi menekan angka kemiskinan lewat perputaran uang di tingkat bawah. Ia mengeklaim misi utama program MBG untuk pemenuhan gizi masyarakat dan penanganan stunting tetap berjalan.
Simak Video "Video Kepala Bappisus: Semua Anggaran MBG Sudah Dihitung, Tak Usah Khawatir"
(iws/iws)