Perbaikan 20 titik jalan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB). terancam molor. Musababnya, aspal dan semen mengalami kelangkaan.
"Jumlah titik hampir 20 titik yang kami tangani. Tetapi kendalanya, pasokan aspal masih belum ada," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya, saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wijaya, Pemprov NTB telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 6 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengerjaan 20 titik perbaikan jalan provinsi di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Perbaikan jalan mencakup sejumlah lokasi strategis, termasuk ruas jalan yang terdampak banjir dan longsor. Beberapa titik di antaranya berada di jalur Pusuk Sembalun Lombok Timur, Lingkar Tambora Dompu, Rabangodun Kota Bima hingga sejumlah lokasi di Kabupaten Bima.
Kelangkaan aspal membuat produsen aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) belum dapat memenuhi kebutuhan pengerjaan secara normal. Dampaknya, sejumlah proyek perbaikan yang sejatinya sudah siap dieksekusi terpaksa ditunda.
Wijaya menaksir pasokan aspal dapat kembali normal pada November mendatang. Meski demikian, ketersediaan aspal nantinya tetap harus dibagi dengan kebutuhan pemerintah kabupaten/kota yang turut mengalami keterlambatan proyek.
"Kalau kita lihat, kita enggak bisa cepat saja. Sebenarnya ini kan kita sudah siap ini, hari ini besok kalau sudah selesai, kita muat aspal. Itu sih sebenarnya. Kalau ada bahannya langsung ya," tutur Wijaya.
Meski begitu, Wijaya optimistis kendala pasokan material ini tidak sampai membuat pengerjaan melampaui batas waktu anggaran. Sebab, volume perbaikan di setiap lokasi tergolong relatif kecil.
"Kalau molor, insyaallah enggak karena kita dari sisi volume juga tidak terlalu banyak ya penanganan-penanganannya, cuman spot-nya yang banyak dan kita juga butuh segera gitu," ujar Wijaya.
Pengaspalan, tutur Wijaya, sangat krusial agar kualitas pengerjaan berjalan optimal. Tanpa lapisan aspal, perbaikan jalan berisiko cepat rusak kembali dan memicu keluhan dari masyarakat.
"Mudah-mudahan pasokannya, ketersediaannya ini bisa segera. Karena kalau misalnya kita mau perbaiki jalan, hanya kita tidak langsung tutup dengan aspal, rasanya seperti kayak enggak diperbaiki sama sekali," tegas Wijaya.
Selain aspal, ketersediaan semen juga sempat mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu. Namun, Kusuma memprediksi distribusi semen saat ini sudah mulai berangsur pulih di Bumi Gora.
"Semennya belum normal beberapa hari lalu, tetapi kayaknya sudah mulai berjalan normal per minggu ini ya, mulai lebih berjalan," jelas Wijaya.
Diketahui, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk penanganan jalan pada APBD Perubahan 2026. Alokasi ini melengkapi anggaran penanganan jalan pada APBD murni yang mencapai Rp 9 miliar.