Pasien Sakit Parah di Bima Diduga Dipulangkan Puskesmas karena Tak Punya KTP

Rafiin - detikBali
Minggu, 18 Okt 2026 20:25 WIB
Pasien miskin yang dipulangkan Pihak Puskesmas Woha, Kabupaten Bima, NTB hanya karena tak punya KTP, Minggu (18/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Bima -

Seorang pasien sakit parah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga dipulangkan oleh pihak Puskesmas Woha setelah ayahnya mengaku tidak memiliki KTP. Pasien bernama Arif (38) itu disebut hanya diberi obat meski keluarganya berharap dia bisa menjalani rawat inap.

Arif merupakan warga Dusun Sukamaju, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Dia tinggal bersama ayahnya, Solihin (55), yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di sekitar kawasan Pasar Raya Tente. Keduanya disebut hidup dalam keterbatasan ekonomi.

"Keduanya hidup hanya bergantung dari penghasilan parkir," ucap kerabat pasien, Muslim, kepada detikBali, Minggu (18/10/2026).

Kejadian itu bermula saat Solihin membawa Arif berobat ke Puskesmas Woha pada Sabtu (17/10) malam. Menurut Muslim, kondisi Arif yang telah sakit selama bertahun-tahun kini semakin parah sehingga membutuhkan penanganan medis.

Setibanya di Puskesmas Woha, sebagian tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas disebut sempat melakukan tindakan medis. Namun, sebagian lainnya menanyakan identitas pasien dan keluarganya, termasuk KTP.

"Saat Solihin menjawab anaknya tidak ada KTP, para perawat langsung tak melayani serta tak melakukan pemeriksaan medis lanjutan," katanya.

Muslim menyebut Arif kemudian diberi obat untuk dikonsumsi selama enam bulan dan diminta pulang. Menurutnya, alasan yang disampaikan pihak Puskesmas adalah Arif tidak memiliki KTP sehingga harus menjalani perawatan di rumah untuk sementara.

"Solihin jengkel dan kecewa dengan pelayanan pihak Puskesmas, karena dianggap tak manusiawi. Padahal dia ingin anaknya dirawat inap. Ini sama sekali tidak ditangani medis, hanya diberi obat lalu disuruh pulang ke rumah," katanya.

Muslim menambahkan, Arif dan Solihin merupakan keluarga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dia juga menyebut keluarga tersebut tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.

"Keluarga ini tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah, meski kondisi mereka kurang mampu. Rumah juga tak layak ditempati," jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Puskesmas Woha, Edy Firmansyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian karena tidak berada di Puskesmas saat Arif datang untuk berobat.

Edy mengatakan, berdasarkan penelusuran dan koordinasi dengan tenaga kesehatan yang bertugas, Solihin datang ke Puskesmas untuk meminta obat bagi anaknya, bukan untuk menjalani rawat inap.

"Kata perawat jaga, ayah pasien hanya datang meminta obat untuk anaknya bukan rawat inap," terang dia.

Edy menegaskan Arif telah dijemput dari rumahnya dan kini sudah mendapatkan pelayanan serta menjalani rawat inap di Puskesmas Woha. Pasien tersebut juga direncanakan dirujuk ke RSUD Bima setelah pihak Puskesmas berkomunikasi dengan keluarga.

"Sudah dijemput tadi dan kita sudah layani. Kemungkinan pasien ini akan dirujuk ke RSUD tapi kami masih komunikasikan dengan pihak keluarganya," tandasnya.



Simak Video "Video: Prabowo Siap Gelontorkan Dana, Bangun RS Canggih di Tiap Kabupaten"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork