Veronica Beatrix Jessica (23) belum ditemukan hingga hari ketiga pencarian oleh tim SAR gabungan, Kamis (15/10/2026). Veronica atau yang biasa disapa Jessica itu adalah korban pinisi Feronia tenggelam di Batu Bolong, Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026). Dia diduga terjebak dalam toilet saat kapal tenggelam diterjang arus kuat.
Veronica merupakan seorang dive master atau ahli selam. Perempuan asal Jakarta tersebut menjadi instruktur diving puluhan wisatawan di kapal yang tenggelam tersebut. Dia bekerja di perusahaan penyelaman bernama Dive Tribe di Labuan Bajo.
Keluarga mengungkap sosok Veronica sebagai perempuan yang mencintai laut sejak kecil. Dia menyukai aktivitas di laut seperti diving, snorkeling dan lainnya.
"Anaknya emang pecinta laut. Jadi dia selalu cerita sama kita keluarga kalau dia itu, pokoknya kalau bisa setiap detik dia ada di laut, diving, snorkeling, whatever itu, free dive segala macem ya. Dia selalu maunya itu, jadi itu yang dia ketahui dari dia kecil," ungkap Cheryl Marella di pelabuhan Marina Labuan Bajo seusai ikut pencarian korban bernama tim SAR gabungan, Kamis (15/10/2026) sore.
Cheryl adalah kakak sepupu Veronica. Cheryl menjadi perwakilan keluarga untuk berbicara kepada wartawan di Labuan Bajo. Cheryl bersama delapan anggota keluarga Veronica tiba di Labuan Bajo, Rabu (14/10/2026). Selain Cheryl, keluarga yang datang yakni ayah, ibu, kakak, adik, dan sejumlah saudara sepupu Veronica.
Cheryl mengatakan Veronica mencintai aktivitas di laut karena sejak kecil ikut ayahnya ke laut. Ayah Veronica, ujar Cheryl, suka bermain jetski.
"Awalnya mungkin karena bapaknya kan suka main jetski ya, jadi waktu kecil kita semua di bawa ke laut main jet ski segala macam. Kayaknya yang paling nyangkut ke jess (Veronica)," terang Cheryl.
Bekerja di Labuan Bajo
Veronica bekerja di Labuan Bajo sejak sekitar lima tahun lalu. Namun, baru sebulan lebih dia bekerja di Dive Tribe. Kantor perusahaan itu di Jalan Pantai Pede Labuan Bajo. Sebelumnya dia bekerja di sebuah perusahaan kapal pinisi di Labuan Bajo.
"Dia ada di Labuan Bajo kurang lebih lima tahunan lah ya. Tapi sebelumnya ada perusahaan lain, kemudian sekitar sebulanan yang lalu dia baru pindah di perusahaan yang saat ini dia kerja (Dive Tribe). Yang sebelumnya itu pinisi," ungkap Cheryl.
Veronica bekerja di Labuan Bajo setelah ditawari kakaknya. Cheryl bercerita, kakak Veronica awalnya ditawari bekerja di pinisi di Labuan Bajo sekitar lima tahun lalu. Sang kakak tak mengambil tawaran pekerjaan itu. Kakaknya menawari pekerjaan itu ke Veronica. Menurut Cheryl, pekerjaan yang ditawarkan itu sesuai dengan passion Veronica.
"Sekitar lima tahunan lalu, tadinya kakaknya ditawarin kerja di salah satu pinisi di Bajo ini cuman terus di, apa namanya, kakaknya nggak ambil, dikasihnya ke dia, terus ya dari situ dia kayak menemukan passion-nya di situ," jelas Cheryl.
Berharap Veronica Ditemukan
Sembilan keluarga Veronica ikut bersama tim SAR gabungan mencari korban di lokasi kapal tenggelam. Di sana mereka sempat menggelar doa bersama di titik kapal tenggelam.
Cheryl mengatakan keluarga berharap Veronica bisa ditemukan. Keluarga, ujar dia, ikhlas jika pada akhirnya Veronica tak bisa ditemukan.
"Kita keluarga udah cukup lumayan ikhlas sih, pretty much work and peace, karena kita tahu she's doing what she loves to do. Dia ngerjain kerjaan yang dia emang cintai. Dia suka ada di laut dan segala macem," ujar Cheryl
"Jadi kita masih berharap tentunya kalau bisa ditemukan, tapi apapun itu ya udah kita ikhlasin," imbuh dia.
Tim SAR gabungan menjadwalkan pencarian Veronica selama tujuh hari. Pencarian berakhir pada hari ketujuh jika tak ada tanda-tanda korban ditemukan. Cheryl mengatakan keluarga akan ikut melakukan pencarian hingga operasi SAR berakhir.
"Masih (ikut pencarian), pokoknya kan kita dikasih tujuh hari ya sebelum pencarian dihentikan. Jadi kita tetap akan melakukan yang terbaik selama tujuh hari ini," ujar dia.
"Dibilang juga sama tim SAR gabungan tadi kalau setelah tujuh hari ada tanda-tanda korban ditemukan lagi, pencarian bisa diperpanjang. Jadi ya kita stay-lah," tandas Cheryl.
Diketahui, kapal yang tenggelam tersebut mengangkut 30 orang, terdiri dari 25 penumpang, termasuk Veronica, dan lima kru, termasuk nakhoda. Sebanyak 24 penumpang dan lima kru berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Sebagian besar penumpang merupakan warga negara asing (WNA), yakni 21 orang. Mereka berasal dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan negara lainnya.
Simak Video "Video: Kuota 1000 Wisatawan Perhari Ditolak Pelaku Wisata di Labuan Bajo"
(hsa/hsa)