detikBali

Nelayan Alor yang Dilaporkan Hilang Terseret Arus Terdampar di Pulau Pura

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nelayan Alor yang Dilaporkan Hilang Terseret Arus Terdampar di Pulau Pura


Yurgo Purab - detikBali

Tim SAR Gabungan mencari nelayan yang hilang terseret arus, Senin (12/10/2026).
Foto: Tim SAR Gabungan mencari nelayan yang hilang terseret arus, Senin (12/10/2026). (Dok. Basarnas Maumere)
Flores Timur -

Boy Sing (44), nelayan asal Kabupaten Alor yang hilang di perairan Pantar Timur, Alor, ditemukan dalam keadaan selamat di Pulau Pura, Alor, Senin (12/10/2026). Boy bersama sampannya terdampar di sana setelah terseret arus laut.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan tim SAR gabungan tiba di Pulau Pura pada pukul 13.00 Wita setelah menerima informasi dari keluarga korban pada pukul 12.20 Wita. Selanjutnya, Boy dievakuasi menggunakan rubber boat 30 PK milik Pos SAR Alor menuju Pantai Desa Kaleb, Kelurahan Tamelabang, Kecamatan Pantar Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada pukul 13.20 Wita, tim SAR gabungan tiba di pantai dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat," ujar Fathur dalam keterangan yang diterima detikBali, Senin.

Fathur membeberkan awalnya Pos SAR Alor menerima informasi dari istri Boy, Margareta Padama, bahwa suaminya belum pulang melaut hingga Senin. Boy pergi melaut menggunakan sampan pada Minggu (11/10/2026), pukul 22.00 Wita.

ADVERTISEMENT

Diduga, saat berada sekitar 20 meter dari pantai, sampan yang ditumpangi Boy terseret arus laut yang kencang. Boy sempat berteriak meminta pertolongan dan terdengar oleh warga sekitar. Namun, ketika warga berupaya melakukan pencarian, Boy beserta sampannya sudah tidak terlihat.

"Upaya pencarian oleh keluarga dan masyarakat nelayan setempat belum membuahkan hasil hingga laporan diteruskan kepada pihak SAR," ujar Fathur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, SAR Maumere mengerahkan lima personel Rescue Pos SAR Alor. Tim SAR gabungan tiba di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.47 Wita dan langsung melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan Rubber Boat 30 PK, hingga akhirnya tim SAR menerima informasi dari keluarga mengenai keberadaan Boy.

Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Pos SAR Alor sebanyak lima personel, BPBD Kabupaten Alor sebanyak tiga personel, Pos TNI AL Kabupaten Alor, Satpolairud Polres Alor, KSOP Alor, serta aparat Desa Kaleb, Pantar Timur, sebanyak dua personel.

"Dalam pelaksanaan operasi, tim mengerahkan kendaraan rapid land SAR, rubber boat 30 PK, peralatan medis, peralatan SAR, serta satu kapal nelayan Desa Kaleb," tandas Fathur.



(hsa/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads