detikBali

Geger Jasad Bayi Ditemukan di Belakang Rumah Warga Kupang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Geger Jasad Bayi Ditemukan di Belakang Rumah Warga Kupang


Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali

Polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah bayi di Dusun I,  Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (6/10/2026). (Dok. Polres Kupang)
Foto: Polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah bayi di Dusun I, Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (6/10/2026). (Dok. Polres Kupang)
Kupang -

Warga Dusun I, Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan penemuan jasad bayi, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Jasad bayi yang ditemukan di belakang rumah warga itu kondisinya sudah tak utuh.

"Penemuannya di sekitar pemukiman warga. Kondisi bayinya sudah tidak utuh lagi diduga sudah dimakan hewan," ujar Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randi Hidayat, kepada detikBali, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Randi menuturkan penemuan jasad itu bermula saat dua orang warga, yakni Tomas Mnir dan Roni Masneno, melintasi lokasi. Mereka kemudian melihat sosok bayi itu sudah tak utuh lagi.

Menurut Randi, berdasarkan informasi awal di lokasi, jenazah bayi ditemukan dalam kondisi sudah mengalami kerusakan pada beberapa bagian tubuh yang diduga akibat aktivitas hewan.

ADVERTISEMENT

"Di sekitar lokasi juga ditemukan bekas lubang yang diduga berkaitan dengan keberadaan jenazah yang tepatnya di belakang rumah warga dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan," tutur Randi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Amarasi Iptu Basilio Pereira bersama sejumlah personel langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dilakukan pemeriksaan medis dari Puskesmas Oekabiti.

Hingga saat ini, proses penanganan masih berlangsung. Personel Inafis Polres Kupang masih mengidentifikasi jenis kelamin bayi tersebut untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait identitas maupun penyebab kematian.

Polres Kupang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan.

"Ini masih proses penyelidikan," jelas Randi.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads