detikBali

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Lombok Timur Terhambat Semen Langka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Lombok Timur Terhambat Semen Langka


Sanusi Ardi - detikBali

Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Hadiyansyah,  ketika diwawancara terkait KDKMP di Lombok Timur, NTB, Selasa (6/10/2026)
Foto: Sanusi Ardi
Lombok Timur -

Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terhambat imbas material semen yang langka. Saat ini baru 41 titik gedung KDKMP telah tuntas terbangun.

Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Hadiyansyah, menjelaskan tidak ada istilah pembangunan KDKMP yang mangkrak di Lombok Timur. Ia menyebut, saat ini pembangunan gedung KDKMP hanya terkendala langkanya semen.

"Sebenarnya permasalahan KDKMP itu tidak ada yang mangkrak. Namun saat ini, pembangunannya terhambat karena kelangkaan material semen.," jelas Hadiyansyah, ditemui detikBali, di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, langkanya material semen di Lombok Timur, turut mempengaruhi progres pembangunan gedung KDKMP. Hadiansyah mengatakan, pembangunan KDKMP membutuhkan material semen yang cukup banyak.

"Progresnya lambat, dihadapkan dengan material yang langka. Karena di NTB ini butuh banyak material, sedangkan penyedianya atau pemasoknya terbatas," imbuh Hadiyansyah.

ADVERTISEMENT

Dari 127 KDKMP tahap satu yang telah berjalan saat ini, bangunan yang telah rampung 100 % baru mencapai 41 titik. Progres pembangunan KDKMP akan terus dipacu untuk mengejar progresnya.

"41 titik. Jadi, masih setengahnya yang belum selesai. Tapi, tidak ada istilah mangkrak. Perlu ditegaskan tidak ada istilah mangkrak.

Kita tetap akan mengejar progresnya," tegas Hadiyansyah.

Ia memastikan progres pembangunan KDKMP akan tetap berlanjut. Saat ini, pihaknya masih berupaya untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait di luar daerah untuk memastikan ketersediaan semen dalam pembangunan KDKMP.

"Jadi kami berupaya untuk mencari persediaan material ini dari luar. Dari luar, jadi kami komunikasi ke luar, ke rekan-rekan kami di Pulau Jawa sana. Kami pastikan pembangunan akan terus berlanjut," ucap Hadiyansyah.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads