Pinisi Yukai tenggelam perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026). Kapal yang mengangkut turis itu tenggelam akibat menabrak karang di perairan Pulau Seture.
Tenggelamnya Pinisi Yukai berujung pada penjatuhan sanksi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo. KSOP Labuan Bajo mengeluarkan dua saksi buntut pinisi itu tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ijazah Nakhoda Dibekukan
KSOP Labuan Bajo membekukan (suspend) ijazah pelaut nakhoda bernama Armansyah (32) selama dua bulan. Selama periode pembekuan ijazah pelaut itu, nakhoda kapal wisata tersebut dilarang berlayar.
"Sanksi diberikan kepada nakhoda berupa pembekuan ijazah," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, Selasa (29/9/2026).
Stephanus mengatakan sanksi itu diberikan setelah KSOP Labuan Bajo melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan kapal tersebut. Ditemukan kelalaian nakhoda saat berolah gerak kapal sehingga menabrak karang.
"Sudah dilaksanakan dan ditemukan kelalaian pada saat berolah gerak kapal," ujar Stephanus.
Sertifikat Kapal Dicabut
KSOP Labuan Bajo juga mencabut sertifikat keselamatan kapal pinisi Yukai. Sertifikat keselamatan kapal menjadi dokumen yang wajib dimiliki sebuah kapal untuk bisa diberikan surat persetujuan berlayar (SPB) oleh KSOP.
Pinisi Yukai kini diapungkan di Pulau Kelapa, tak jauh dari lokasi kecelakaan kapal. Stephanus menegaskan selama sertifikat keselamatan kapal dicabut, pinisi Yukai tidak diperbolehkan berlayar.
"Ya (tidak diperbolehkan berlayar)," kata Stephanus.
Stephanus belum menanggapi kemungkinan kapal itu bisa mendapatkan lagi sertifikat keselamatan jika kapal itu diperbaiki.
Kejadian Tenggelam
Dikabarkan sebelumnya, Pinisi Yukai yang membawa 13 wisatawan dan enam kru menabrak karang dangkal hingga miring dan tenggelam di perairan Pulau Seture. Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung mengatakan kapal mengalami kebocoran parah setelah menghantam gugusan karang saat berlayar menuju Pulau Bidadari untuk snorkeling.
"Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling," kata Leonardo, Minggu (27/9/2026).
Kecelakaan terjadi ketika kapal melintas di dekat perairan Tanjung Sture saat air laut sedang surut. Nakhoda diduga kurang memahami alur pelayaran dan mengabaikan rambu navigasi di ujung tanjung.
"Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal dengan keras hingga memicu kebocoran serius pada area lambung. Dalam hitungan menit, kapal mulai miring secara ekstrem dan perlahan tenggelam," jelas Leonardo.
(iws/iws)