Pria bernama Marianus Ndai (23) ditemukan tewas dengan kondisi jasad membusuk di Bonggi Bilas, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagian kakinya tinggal rangka dan beberapa bagian tubuh Marianus tidak utuh lantaran diduga dimakan hewan liar.
"Kemungkinan beberapa tubuh korban telah dimakan hewan liar karena pada lokasi tersebut ditemukan jejak kaki hewan liar," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marianus sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 5 September lalu. Jasad pria asal Desa Heawea, Kecamatan Aimere, Ngada, NTT, itu ditemukan oleh warga bernama Ferdianus Pandu yang sedang berburu di sekitar lokasi pada Minggu (27/9).
"Pada saat itu saksi (Ferdianus Pandu) bersama anjingnya sedang berjalan mencari buruan kemudian mencium aroma bangkai yang dipikir bangkai kerbau atau sapi. Sesampainya di lokasi, saksi menemukan sesosok mayat yang tidak diketahui identitasnya," ungkap Zacky.
Ferdianus menduga jasad yang ditemukannya adalah orang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dia kemudian mendatangi temannya yang membawa ponsel untuk menghubungi keluarga korban.
Keluarga korban kemudian mendatangi lokasi penemuan jasad tersebut. Setelah memastikan jasad itu adalah Marianus, pihak keluarga kemudian menghubungi kepolisian.
"Pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan busuk dan beberapa organ lainnya sudah tidak ada yang kemungkinan telah dimakan oleh hewan liar," kata Zacky.
Kepada polisi, keluarga menyebut Marianus awalnya meninggalkan rumah pada 5 September lalu. Sejak itu, Marianus tak pernah kembali dan dinyatakan hilang.
Berdasarkan hasil visum et repertum, Marianus diperkirakan sudah meninggal sejak dua pekan lalu. Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Marianus meninggal dunia diduga karena kelelahan dan kehausan.
"Karena lokasi temukan korban sangat jauh dari pemukiman warga dan untuk mencapai lokasi tersebut harus menempuh jalan sekitar 5 km dengan medan berbukit-bukit," terang Zacky.
Jenazah Marianus telah dibawa ke kampung halamannya untuk dikuburkan. Menurut Zacky, keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi terhadap jasad Marianus.