detikBali

Gunung Ile Lewotolok Meletus 215 Kali dalam Sehari, Lava Mengalir 600 Meter

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Ile Lewotolok Meletus 215 Kali dalam Sehari, Lava Mengalir 600 Meter


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata meletus 215 kali dalam tentang waktu 24 jam terakhir hingga Sabtu malam (26/9/2026). (Dok. PVMBG)
Foto: Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata meletus 215 kali dalam tentang waktu 24 jam terakhir hingga Sabtu malam (26/9/2026). (Dok. PVMBG)
Lembata -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus 215 kali dalam tentang waktu 24 jam terakhir hingga Sabtu malam (26/9/2026), pukul 00.00-24.00 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah karena terpaan abu vulkanik yang cukup tebal.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yeremias Kristanto Pugel, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini meletus saat cuaca cerah, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat dengan suhu udara 24-33°C.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teramati 215 kali letusan dengan tinggi 100-500 meter dan warna asap putih kelabu. Juga aliran lava mengalir ke sektor tenggara dengan jarak 600 meter dari bibir kawah," kata Yeremias dalam keterangan resmi yang diterima detikBali, Minggu (27/9/2026).

Yeremias mengatakan saat terjadi letusan visual gunung terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-100 meter di atas puncak.

ADVERTISEMENT

"Letusan 215 kali, 1 kali guguran, 174 embusan, 4 tremor nonharmonik, dan 3 tektonik jauh," imbuhnya.

Yeremias mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung atau pendaki atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2-3 kilometer sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk menghindari gangguan pernafasan.

"Serta menutup tempat penampung air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tandasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata dalam edarannya mengimbau masyarakat agar melakukan 5 M ketika terjadi hujan abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok.

"Pusdalops BPBD Lembata, kembali menghimbau masyarakat seputaran Lereng Gunung Api Ile Lewotolok dan sekitarnya untuk waspada abu vulkanik," tulis BPBD.

BPBD mengatakan abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik merupakan partikel yang sangat halus dapat terhirup ke saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta memperburuk kondisi seperti asma dan penyakit paru.

Jika terjadi hujan abu maka proses ini harus dilalui yakni:

1. Gunakan masker N95/KN95/kain bila harus keluar.
2. Tutup pintu, jendela, ventilasi, dan sumber air.
3. Kurangi aktivitas di luar dan hindari berkendara saat abu pekat.
4. Basahi abu sebelum membersihkannya agar tidak beterbangan kembali.
5. Ikuti informasi resmi PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD, dan Pemerintah Daerah.

Jangan lupa lindungi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, penyakit jantung, serta pekerja luar ruangan dari paparan abu.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads