detikBali

Siswi SD Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa Susulan di Manggarai Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Siswi SD Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa Susulan di Manggarai Timur


Ambrosius Ardin - detikBali

Siswi SD di Manggarai Timur cidera setelah tertimpa reruntuhan saat gempa, Senin (21/9/2026).
Siswi SD di Manggarai Timur cidera setelah tertimpa reruntuhan saat gempa, Senin (21/9/2026). 9Foto: Dok. Polsek Lamba Leda Utara)
Manggarai Timur -

Gempa susulan magnitudo 5,3 membuat para guru dan sekitar 120 murid SDK Dampek, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Namun, seorang siswi kelas VI masih berada di dalam ruang kelas hingga akhirnya tertimpa reruntuhan bata.

Siswi tersebut diketahui bernama Rosledia Angkang (12). Dia masuk seorang diri ke ruang kelas untuk mengambil sapu lidi sebelum gempa terjadi pada Senin (21/9/2026).

"Akibat dari kejadian gempa bumi susulan tersebut, satu orang siswi dilaporkan cedera tertimpa bata bangunan sekolah," ungkap Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, saat dikonfirmasi Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagus mengatakan Rosledia ikut berusaha menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Namun, siswi tersebut terjatuh dan tertimpa batu bata pada bagian mata kaki kanannya.

ADVERTISEMENT

"Sebelum terjadi gempa, korban masuk seorang diri ke dalam ruang kelas untuk mengambil sapu lidi. Kemudian, terjadilah gempa yang membuat para guru dan murid sekitar 120 orang panik dan lari menyelamatkan diri. Korban yang pada saat itu sedang berada di dalam ruang kelas ikut lari namun terjatuh dan tertimpa batu bata pada bagian mata kaki bagian kanan," jelas Bagus.

Rosledia sempat tidak dapat bangun setelah tertimpa material bangunan. Dia baru bisa keluar dari ruang kelas setelah gempa berakhir dengan meminta bantuan seorang guru.

"Korban sempat tidak dapat bangun bediri sehingga korban baru dapat keluar dari ruang kelas ketika gempa susulan berakhir dengan meminta tolong kepada guru," terang Bagus.

"Korban tidak mengalami cedera serius dan hanya mengalami terkilir pada kaki bagian kanan yang tertimpa bata," kata Bagus.

Bagus mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah melarang para siswa mendekati bangunan sekolah karena masih dikhawatirkan terjadi gempa susulan. Namun, Rosledia masuk ke ruang kelas untuk mengambil sapu atas inisiatif sendiri.

Kegiatan belajar mengajar di SDK Dampek sendiri tidak berlangsung di bangunan sekolah. Para siswa dan guru belajar di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah.

"Kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan pada bangunan sekolah melainkan di tenda darurat yang berada di halaman sekolah yang berjumlah 10 tenda," tandas Bagus.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads