Jalan lintas provinsi di Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), lumpuh selama sekitar enam jam akibat diblokir warga. Kendaraan dari arah Sumbawa maupun Bima tersendat hingga belasan kilometer pada Minggu (20/9/2026) malam.
Aksi blokade dimulai sekitar pukul 17.00 Wita. Warga menutup jalan menggunakan batu, kayu, bale bambu, dan membakar ban bekas. Jalan baru kembali dibuka sekitar pukul 22.30 Wita.
Akibat blokade tersebut, kendaraan berbagai jenis tidak dapat melintas. Sejumlah penumpang bus lintas provinsi yang hendak menuju Kota Mataram dan kota lainnya juga terlantar di lokasi.
Salah seorang penumpang, Nurhayati, mengatakan mobil yang mereka tumpangi tertahan sehingga sama sekali tidak bisa bergerak. Mereka kebingungan dengan sikap masyarakat desa yang dinilai tidak memperhatikan kepentingan orang lain.
"Kami dari Mataram pulang ke Dompu sejak sore tertahan, sekitar jam 11 malam baru bisa lewat," ujarnya.
Dikatakannya, hampir semua kendaraan seperti sepeda motor, mobil pribadi, truk, dump truck, dan bus antarkota tidak diperbolehkan melintas di jalan tersebut. Namun, warga hanya mengizinkan mobil ambulans lewat.
"Hanya ambulans saja yang dibiarkan lewat," tuturnya.
Simak Video "Menelusuri Keindahan Desa Penyaring dan Bukit Gersang di Sumbawa "
(dpw/dpw)