Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mencapai 51 persen. Angka tersebut tercatat saat pelaksanaan MotoGP tinggal 29 hari lagi.
General Manager (GM) The Mandalika I Made Pari Wijaya menyampaikan bahwa angka penjualan tiket diyakini terus merangkak naik mendekati hari pelaksanaan MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari koordinasi kami dengan tim ticketing, saat ini sudah 51 persen terjual. Tentu kami berharap peningkatan penjualan ini dalam minus 29 hari ini akan terus meningkat. Biasanya dari sisi grafik dan pengalaman melonjak mendekati hari H," ujar Pari di Kantor Gubernur NTB, Kamis (10/9/2026).
Pari menyebutkan penjualan tiket MotoGP yang sudah laku terjual cukup bervariasi. Mulai dari kategori tiket diskon hingga kelas premium. Namun, rincian detail data pembelian tiket masih dirapikan oleh tim internal.
"Tentu bervariasi, nanti kami sampaikan detailnya. Dari sisi update tiket seluruhnya, kami gambarkan di sana. Nanti kami cek lagi secara persentase dan jumlahnya," tambahnya.
Sejumlah tiket MotoGP dikabarkan sudah berstatus terkunci (lock). Status ini menimbulkan kekhawatiran dan mengganggu proses pembelian masyarakat. Menurut Pari, hal tersebut merupakan bagian dari prosedur teknis dan koordinasi panitia internal MotoGP.
"Hal ini sudah kami persiapkan, tentu akan ada rapat-rapat selanjutnya dan disampaikan oleh tim ticketing secara khusus. Tentu sudah ada perencanaan dari tim kita semua. Tentu itu bagian dari koordinasi dan penyiapan waktu bersama panitia," jelasnya.
Meski begitu, penyelenggara MotoGP tetap optimistis target penjualan tiket 100 persen tercapai hingga hari H. Selain kesiapan infrastruktur, antusiasme publik diyakini makin girang berkat hadirnya 2 pembalap kebanggaan Indonesia yang berlaga.
"Pertama, kami punya waktu yang cukup. Kedua, kami punya rider local hero Indonesia Hero Mario Aji dan Ega Pratama yang tampil sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini mendorong grafik penjualan tiket kita semakin baik," tutur Pari.
Di sisi lain, perhelatan MotoGP ini mulai terasa pada sektor pariwisata dan akomodasi di sekitar KEK Mandalika. Berdasarkan hasil interaksi dengan para pelaku usaha di sekitar Mandalika, tingkat pemesanan hotel dan homestay menunjukkan kenaikan drastis.
"Dari diskusi kami dengan pelaku usaha, beberapa hotel sudah ada yang 100 persen, ada juga yang 90 persen. Kita berharap di sisa minus 29 hari ini terus meningkat," klaim Pari.
Bahkan, beber dia, pemesanan homestay di seputaran Mandalika juga sudah mulai terasa dan banyak booking yang masuk. Bahkan, masyarakat pemilik homestay antusias menambah jumlah kamar.
Terkait dengan lonjakan harga penginapan di area Mandalika yang kerap dikeluhkan, pihak ITDC menekankan pentingnya menjaga batas wajar agar tarif tetap kompetitif bagi para wisatawan.
"Ya kami semua berharap harga ini lebih kompetitif. Banyak pengalaman dari event-event sebelumnya. Kami pikir dengan bertambahnya jumlah kamar di wilayah KEK Mandalika, NTB, dan seputaran Lombok, ini juga akan menyeimbangkan kebutuhan kamar hotel jelang MotoGP," pungkasnya.