Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), buka suara terkait sejumlah siswanya yang tawuran dengan siswa SMKN 2 Kota Bima. Sekolah mengklaim sudah memberikan pembinaan kepada siswanya.
"Sebelum aksi (tawuran) itu kami sudah lakukan pembinaan kepada siswa," kata Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMKN 1 Kota Bima, Muhamad Saud, kepada detikBali, Kamis (3/9/2026).
Saud mengungkapkan gesekan siswanya dengan siswa sekolah lain berlangsung pada Sabtu setelah pertandingan futsal. Menurut Saud, tawuran siswanya dengan siswa sekolah lain di luar kendali, mengingat lokasinya terjadi cukup jauh dari radius sekolah.
"Untuk mencegah kejadian serupa, hari ini kami kumpulkan mereka untuk kembali melakukan pembinaan dan arahan khusus," terang Saud.
Saud berharap ada peran orang tua untuk mengawasi anaknya. Menurutnya, rata-rata siswa yang tawuran menggunakan motor. Mereka tak langsung menuju rumah saat pulang sekolah, tetapi nongkrong dan konvoi di jalan.
"Kami imbau para orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Dan mengingatkan agar tidak berkumpul di jalan saat pulang sekolah," jelas Saud.
Diberitakan sebelumnya, tawuran antarsiswa terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi tawuran saling lempar batu itu diketahui melibatkan sekelompok siswa SMKN 1 dengan SMKN 2 Kota Bima dan berlangsung selama tiga hari, sejak Senin (31/8/2026).
Simak Video "Menjelajahi Desa Pengumpul Madu Hutan di Sumbawa"
(dpw/dpw)