Video tangisan peserta Pramuka asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat viral di media sosial berbuah hasil. Kontingen yang sebelumnya terancam batal mengikuti Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta, karena keterbatasan anggaran kini dipastikan berangkat setelah mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Ende dan para orang tua peserta.
Kepastian keberangkatan itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT Sinun Petrus Manuk. Menurut dia, seluruh kontingen Ende kini dapat bergabung dalam rombongan menuju Jambore Nasional.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah siswi Pramuka asal Ende menangis sambil memeluk Sinun Petrus Manuk viral di media sosial. Dalam video tersebut, para peserta mengaku sedih karena tidak dapat mengikuti Jambore Nasional lantaran terkendala biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak, kami mau ikut Jambore, tolong kami," kata salah seorang siswi dalam video itu.
Momen itu terjadi saat penutupan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka NTT di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada 2 Agustus 2026.
"Betul, kejadiannya saat penutupan Jamda X NTT tanggal 2 Agustus. Anak-anak sangat sedih karena saat itu belum ada kepastian mereka bisa berangkat ke Jambore Nasional," kata Sinun saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Sinun, Jambore Daerah diikuti 17 kontingen dari 22 kabupaten/kota di NTT. Namun, kontingen Ende belum dapat memastikan keberangkatan ke Jambore Nasional karena keterbatasan anggaran.
Akibat belum adanya kepastian itu, sekitar 40 orang yang terdiri atas pimpinan kontingen cabang, pembina, pendamping, peninjau, dan peserta Pramuka sempat kembali ke Ende pada 3 Agustus 2026.
Video tangisan para peserta yang kemudian viral memicu simpati masyarakat dan menjadi perhatian berbagai pihak. Setelah itu, Pemerintah Kabupaten Ende bersama para orang tua peserta memberikan dukungan pembiayaan sehingga seluruh kontingen akhirnya dapat diberangkatkan.
"Mereka akhirnya bisa bergabung kembali untuk mengikuti Jambore Nasional," ujar dia.
Sinun menjelaskan kontingen Ende akan berangkat dari Ende menuju Maumere, Kabupaten Sikka, untuk bergabung dengan rombongan Kwarda Gerakan Pramuka NTT sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan kapal laut.
Ia mengatakan sebanyak 750 peserta Kwarda Gerakan Pramuka NTT telah dilepas Gubernur NTT pada Kamis (6/8/2026) sore sebelum bertolak menuju Jakarta.
"Nanti mereka berangkat dari Ende ke Maumere, lalu kami jemput di sana agar bersama-sama berlayar menuju Jakarta mengikuti Jambore Nasional," kata Sinun.
Ia berharap peristiwa yang dialami kontingen Ende menjadi pelajaran agar pembiayaan kegiatan kepanduan dapat dipersiapkan lebih baik pada masa mendatang.
"Agar tidak ada lagi peserta yang terancam gagal mengikuti kegiatan nasional karena keterbatasan anggaran," pungkasnya.