Cegah Lonjakan Harga Hotel Jelang MotoGP, Pemprov NTB Bakal Evaluasi Pergub

Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali
Rabu, 05 Agu 2026 21:47 WIB
Foto: Kepala Disparekraf NTB Ahmad Nur Aulia. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal mengevaluasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi. Langkah ini diambil guna mencegah lonjakan harga kamar hotel secara tidak wajar menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengungkapkan efektivitas aturan yang diterbitkan pada 2022 itu sudah memasuki fase untuk dikaji ulang di lapangan.

"Pergub itu berlaku dua tahun yang lalu, kalau tidak salah sudah waktunya dilakukan evaluasi terhadap efektivitasnya. Kami sangat berharap jangan sampai pada saat ada event atau musim tertentu ada lonjakan harga yang tidak pantas dan tidak wajar," ujar Aulia di kantornya, Rabu (5/8/2026).

Aulia menegaskan adanya fenomena harga aji mumpung dari penyedia akomodasi berpotensi merusak citra pariwisata NTB. Kendati harga hotel mengikuti hukum supply and demand, pemerintah daerah tetap mencari formulasi ideal agar akomodasi tetap pada batas kewajaran saat MotoGP.

"Prinsipnya kami ingin menghindari dampak buruk ke citra pariwisata. Memang harga hotel ini dinamis tergantung pasar, tetapi ini sedang kita kaji skemanya," tegas Aulia.

Evaluasi pergub ini, beber Aulia, bakal menyasar penerapan sanksi yang dinilai belum implementatif. Menurutnya, sebuah regulasi tidak boleh sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan harus bisa diterapkan secara nyata dan adil bersama para pelaku usaha.

"Kalau ada regulasi, tetapi tidak implementatif, berarti harus kami kaji ada apa di situ. Apa yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Proses revisi ini sedang berjalan dan kita tidak bekerja sendiri, tetapi juga melibatkan para pelaku usaha," lanjut Aulia.

Tak hanya urusan kamar hotel, Pemprov NTB turut menyoroti isu aksesibilitas transportasi umum dan online yang kerap tertahan saat memasuki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan area sirkuit. Aulia berjanji bakal berkoordinasi dengan pengelola kawasan ITDC untuk menghadirkan layanan transportasi yang mudah, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

"Bukan cuma untuk satu event, tetapi untuk keberlanjutan. Dalam dunia pariwisata, wisatawan butuh transportasi yang mudah, cepat, dan nyaman. Itu yang harus ada nanti," tambah Aulia.

Aulia mengatakan, perhelatan MotoGP Mandalika 2026 menyajikan warna baru yang diprediksi bakal mendongkrak antusiasme penonton domestik. Kehadiran pembalap muda berbakat asal Indonesia, seperti Veda Ega Pratama hingga Mario Aj, menjadi magnet utama yang mendorong daya tarik balapan tahun ini.

"Yang baru dari MotoGP 2026 ini kita punya local hero. Animonya luar biasa, bukan hanya dari lokal NTB, tetapi dari seluruh Nusantara. Ini peluang besar yang harus kita tangkap," jelas Aulia.

Sementara untuk segmen wisatawan mancanegara (wisman), Pemprov NTB mengoptimalkan kerja sama dengan agen perjalanan luar negeri. Wisman biasanya bakal menyusun itinerary liburan jauh-jauh hari sebelum nonton MotoGP.

"Wisatawan mancanegara butuh waktu karena jadwal perjalanan mereka disusun sejak lama. Makanya kita optimalkan koordinasi dengan travel agent agar agenda mereka disinkronkan untuk ikut menyaksikan MotoGP," terang Aulia.



Simak Video "Video MotoGP Mandalika Dongkrak Ekonomi NTB: Hotel-Penerbangan Penuh"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB