detikBali

DPRD Desak Dispar Pasang Pagar Pembatas di Pantai Semeti Usai Wisatawan Tewas

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPRD Desak Dispar Pasang Pagar Pembatas di Pantai Semeti Usai Wisatawan Tewas


Edi Suryansyah - detikBali

Pantai Semeti di Lombok
Pantai Semeti di Lombok. Foto: Pradikta Kusuma/d'traveler
Lombok Tengah -

Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar, mendesak Dinas Pariwisata (Dispar) setempat untuk segera membuat pagar pembatas dan plang imbauan di Pantai Semeti, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. Hal itu menyusul adanya insiden yang merenggut nyawa seorang wisatawan bernama Sabila, pada Minggu (2/8/2026).

"Ini sudah dari dulu kami sampaikan kepada pihak desa, polsek maupun pemerintah daerah. Bahkan saat saya masih di Komisi II sudah kami ingatkan agar tidak ada korban lagi di sana," kata Akhyar kepada detikBali, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan medan yang sangat curam dan penuh dengan bebatuan. Seharusnya Dispar sejak awal memikirkan bagaimana membuat aturan standar aman untuk berwisata di Pantai Semeti. Setidaknya kata dia, barangnya dibuat dengan pagar sederhana dan plang plat besi biasa.

"Paling tidak kan pagar pakai tali atau pulangnya pake plat besi biasa yang dibuatkan peringatan seperti yang ada di rambu-rambu jalan itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia melihat sejauh ini pemda sengaja tutup mata melihat kerapnya berjatuhan korban di pantai itu. Ia khuatir ketika tetap dibiarkan akan menimbulkan korban baru di lokasi itu.

"Tapi kalau sudah kami buatkan imbauan, pagar pembatas sebagai standar aman wisatawan tetapi mereka ngeyel. Ya kami tidak bisa larang lagi. Tapi setidaknya dalam hal ini pemerintah sudah hadir memberikan peringatan," tegasnya.

DPRD dari daerah pemilihan (dapil) IV itu mendorong dinas terkait untuk segera memikirkan solusi standar keamanan berwisata di Pantai Semeti dan Pantai Telawas. Akhyar pun mengaku sangat terbuka untuk berdiskusi untuk skema penganggaran.

"Paling tidak pikirkan dulu lah solusinya. Kalau soal yang lain-lain (anggaran) kan bisa dibicarakan nanti," bebernya.

Sebelumnya, Sabila tewas setelah terjatuh saat berfoto selfie dari tebing Pantai Semeti, Desa Selong Belanak, Lombok Tengah, Minggu (2/8/2026). Selain Sabila, tiga rekannya juga jatuh. Beruntung, tiga orang lainnya selamat, meski mengalami syok dan sejumlah luka. Diketahui, Sabila merupakan warga Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

"Berdasarkan kronologi, sekitar pukul 12.00 Wita korban bernama Sabila terjatuh dari tebing ketika sedang mengambil foto selfie. Korban kemudian terseret ombak," ujar Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, dikonfirmasi detikBali.

Eka mengungkapkan, saat Sabila jatuh, tiga rekannya berusaha memberikan pertolongan dengan berupaya meraih tangan Sabila. Selain itu, sebagian dari mereka mencoba meminta bantuan warga sekitar dan nelayan setempat sebelum informasi diteruskan kepada Unit Siaga SAR Mandalika.

"Setelah menerima laporan, pada pukul 13.15 Wita Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi," ujar Eka.

Namun, saat tim dalam perjalanan, sekitar pukul 13.45 Wita, diperoleh informasi bahwa para korban telah berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat. Selanjutnya seluruh korban dibawa ke Klinik Selong Medical Service, Selong Belanak, Lombok Tengah, untuk mendapatkan penanganan medis.

"Dari empat wisatawan tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Sabila yang merupakan warga Kambeng, Desa Sekotong Timur," bebernya.



(nor/nor)









Hide Ads
LIVE