Kalah 2 Kali Tetap Didukung, Prabowo Mengaku Banyak Utang ke Warga NTB

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 10 Jul 2026 18:27 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyapa warga NTB usai meresmikan bendungan Meninting, Jumat (10/7/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Barat -

Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga bertemu dengan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Jumat (10/7/2026). Prabowo mengapresiasi kesetiaan warga NTB kepada dirinya. Menurut dia, meski kalah dalam pertarungan Pilpres 2014 dan 2019, warga NTB selalu memberikan dukungan. Dia pun mengaku banyak utang.

"Saya merasa dihormati diundang hari ini. Bisa bertemu langsung dengan masyarakat NTB. Kebetulan (warga NTB) yang selalu mendukung saya," ujar Prabowo di sela-sela peresmian Bendungan Meninting, Jumat (10/7/2026).

Prabowo merasa masih punya banyak utang kepada masyarakat NTB. "Rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB. Tenang saja, masih ada beberapa tahun kita," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo mengatakan pembangunan suatu bangsa itu adalah perjuangan yang panjang. Maka dari itu, pembangunan bangsa itu tidak bisa dilakukan dalam satu dua tahun.

"Tapi belasan tahun, puluhan tahun. Jadi bendungan ini tahun 2019. Jadi apa pun pembangunan seperti ini memerlukan waktu, biaya dan sumber daya. Jadi saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan," ujar Prabowo.

Dia mengaku semua pendahulunya begitu luar biasa. Untuk itu, para petinggi bangsa harus berpikir untuk kebaikan, untuk kebaikan semua dan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun latar belakangnya. Kebetulan saya ini suka belajar sejarah. Itu hobi saya. Saya tidak pernah berhenti sampai hari ini," ucap Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo meresmikan lima bendungan, termasuk Bendungan Meninting, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Yakni, Bendungan Jelantah di Surakarta, Bendungan Sidan Gianyar, Bali, Bendungan Keureuto di Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh.

Prabowo mengatakan kelima bendungan yang diresmikan hari ini menelan anggaran sebesar Rp 9,79 triliun.

"Bayangkan kelima bendungan yang kita resmikan ini dengan teknologi yang canggih kita akan menghasilkan 1 juta ton beras per tahun," kata Prabowo, Jumat.

Dari kelima bendungan ini, pemerintah mampu menghemat uang negara mencapai Rp 170 triliun. "Bayangkan berapa puluh bangunan yang kita bisa bangun tiap tahun itu. Jadi ini prestasi saudara-saudara," kata Prabowo.



Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork