Mahasiswa UBK Asal Bima Penerima Rp 20 Juta: Jangan Mudah Diprovokasi

Rafiin - detikBali
Jumat, 26 Jun 2026 20:17 WIB
Foto: Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin. (Foto: Dok. Istimewa)
Bima -

Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, menjadi sorotan lantaran menerima Rp 20 juta agar tak berdemonstrasi di depan Istana Negara. Mahasiswa yang akrab disapa Abdi itu ternyata berasal dari Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Benar. Saya lahir dan besar di Desa Ngali, Kabupaten Bima, NTB," ujar Abdi saat dikonfirmasi detikBali via WhatsApp (WA), Jumat (26/6/2026).

Abdi enggan berkomentar banyak terkait pengakuannya menerima uang Rp 20 juta agar mengubah titik demo. Meski begitu, dia berharap para mahasiswa terus mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Ia bahkan berpesan agar para mahasiswa bersolidaritas dan tidak mudah terprovokasi.

"Solidaritas itu sangat penting agar kita sesama mahasiswa tidak mudah dipecah belah dan diprovokasi oleh oknum atau pihak-pihak yang tak bertanggungjawab," ujar mahasiswa semester 8 kelahiran 2001 itu.

Abdi membenarkan dirinya telah diberhentikan sebagai ketua BEM FH UBK. Sembari menunggu hasil investigasi internal yang dilakukan UBK, Abdi mengutarakan saat ini sedang fokus menyusun skripsi.

"Sudah saya serahkan semuanya kepada tim investigasi UBK. Apapun hasil dan keputusannya nanti, saya bertanggungjawab dan menerimanya dengan lapang dada," kata Abdi.



Simak Video "Video 2 Anggota DPRD NTB Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Uang 'Siluman' Pokir"


(iws/hsa)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork