Kecelakaan maut terjadi di kilometer 2 Kelurahan Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua korban kakak beradik menghantam truk yang sedang terparkir di pinggir jalan.
Tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita pada Minggu (14/6). Akibat insiden itu, korban bernama Tarsisius Fahik dilaporkan mengalami luka parah. Sedangkan, adiknya bernama Aprilio Fernandes Fahik tewas.
"Ya, korban dua kakak beradik. Jadi satu korban atas nama Aprilio Fernandes Fahik meninggal setelah dirawat," ujar Kasat Lantas Polres Belu Iptu Muhammad Putra Ramdhoni kepada detikBali, Senin (15/6/2026).
Rahdhoni menjelaskan kecelakaan bermula saat Tarsisius membonceng Aprilio menggunakan motor Honda Beat hitam tanpa pelat nomor. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Motabuik menuju Atambua.
Saat melintas di lokasi kejadian, Tarsisius diduga kurang fokus berkendara. Motor yang dikendarainya lantas menabrak bagian belakang truk dump kuning berpelat nomor DH 8702 CC yang sedang terparkir di kiri jalan.
Walhasil, motor yang korban tersangkut di bawah kolong truk. Sedangkan, Tarsisius dan Aprilio jatuh terpental ke bagian kiri jalan.
"Begitu ada laporan, semalam anggota sudah turun ke lokasi. Saat ini masih dalam proses penanganan di Unit Gakkum Satlantas Polres Belu," jelas Ramdhoni.
Setelah kejadian, Tarsisius dan Aprilio langsung dilarikan ke RSUD Gabriel Manek Atambua. Berdasarkan pemeriksaan medis, Aprilio mengalami penurunan kesadaran, pendarahan aktif dari hidung dan telinga kiri, bengkak pada kepala belakang, hingga memar pada dahi.
Aprilio dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 21.50 Wita. Sedangkan, Tarsisius mengalami luka robek pada pelipis kiri dan hidung, lebam pada kelopak mata kiri, serta luka lecet pada pipi kiri dan lutut kiri. Hingga saat ini, Tarsisius masih menjalani perawatan intensif.
"Kalau sopir truk dump bersama kondekturnya sudah mengamankan diri di Satlantas Polres Belu," pungkas Ramdhoni.
Simak Video "Video: Bentrok Berdarah di Flores Timur, Polisi Amankan 3 Senjata Rakitan"
(iws/iws)