PAD Baru 20% Selama 6 Bulan, Gubernur NTT Ancam Copot Pejabat

Simon Selly - detikBali
Senin, 08 Jun 2026 13:11 WIB
Foto: Apel bersama ASN Pemerintah Provinsi NTT di halaman Kantor Gubernur, Senin (8/6/2026). (Dok. Humas Pemprov NTT)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengancam akan mencopot pejabat yang gagal mencapai target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikan Laka Lena dalam apel bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di halaman kantor Gubernur, Senin (8/6/2026).

"Penanggung jawab PAD sudah dibagi secara detail. Bagi yang bertanggung jawab di unit kecil untuk urusan pelayanan publik dan juga PAD, bagi yang tidak perform mingguan bulanan siap dicopot, diganti orang lain lagi yang memang siap untuk bekerja termasuk kepala dinasnya," tegas Laka Lena.

Saat ini, capaian PAD Provinsi NTT baru 20 persen. Laka Lena pun meminta seluruh perangkat daerah, khususnya unit pelayanan publik, meningkatkan kinerja agar target PAD tercapai.

Dia juga menyoroti soal penataan badan usaha milik daerah (BUMD) Bank NTT, PT. Flobamor, dan KIB Bolok. Pemprov NTT menyiapkan penyertaan modal Rp 75 miliar setelah rencana bisnis disetujui DPRD.

Masing-masing Rp 30 miliar untuk Bank NTT, Rp 21 miliar Jamkrida, Rp 12 miliar PT. Flobamor, dan Rp 12 miliar KIB Bolok.

"BUMD tidak ada yang diisi dari tim sukses Melki-Johni. Semua murni hasil proses perekrutan yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang baik," ujarnya.

Ia juga minta Dinas PUPR, Dukcapil, serta Dinas Sosial NTT segera konsolidasi data penerima bantuan rumah layak huni dari Kementerian PKP yang ditargetkan 15.000 unit di NTT dengan bantuan Rp 20 juta per rumah harus segera dipenuhi.

Politikus Golkar itu juga meminta OPD pelayanan publik terus tingkatkan kualitas layanan. Apel ini jadi momentum penguatan komitmen ASN, bangun literasi, tingkatkan pelayanan, dan optimalkan PAD dengan kinerja terukur.



Simak Video "Video: Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah di Pelukan Gubernur NTT"

(hsa/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork