Terungkap Penyebab Kebakaran Hebat Tewaskan 4 Orang Sekeluarga di Sumba Timur

Yufengki Bria - detikBali
Jumat, 05 Jun 2026 15:11 WIB
Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa saat meninjau lokasi kebakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, NTT, Kamis (4/6/2026). (Foto: Dok Polres Sumba Timur)
Kupang -

Empat orang yang merupakan satu keluarga tewas dalam insiden kebakaran bangunan nonpermanen di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi mengungkap api berasal dari tungku di bawah lapak jualan milik keluarga tersebut.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari sebuah tungku yang digunakan untuk masak, itu masih ada api," ungkap Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa kepada detikBali, Jumat (5/6/2026).

Keempat korban tewas dalam insiden kebakaran itu terdiri dari Kristanto Huruday (33) dan istrinya Elisabeth Utu Lendi (30). Kemudian anak kandung mereka bernama Stella Ndah Ngana (9) serta seorang keponakan, Aneta Widiantary Padji Tuka (2).

Gede menjelaskan pasangan suami istri yang tewas itu sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur dan bahan bakar minyak (BBM) eceran di lapak tersebut. Polisi menduga minyak dalam botol kemasan yang dijual itu membuat api dengan cepat membakar bangunan nonpermanen tersebut.

Meski demikian, Gede menegaskan penyebab pasti kebakaran hebat itu masih perlu melalui uji laboratorium forensik (labfor). Ia memastikan peristiwa itu tidak melibatkan orang lain yang sengaja membakar bangunan nonpermanen tersebut.

"Sampai saat ini penyelidikannya belum terungkap. Jadi, yang jelas tidak ada orang lain yang sengaja bakar," jelas Gede.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga tewas akibat kebakaran di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, NTT, pada Kamis (4/6). Kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 03.40 Wita. Api dengan cepat melalap bangunan nonpermanen berukuran sekitar 3x4 meter persegi yang terbuat dari kayu itu.



Simak Video "Video: Kebakaran di Sabah Malaysia Hancurkan 1.000 Rumah, 9.000 Orang Terdampak"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork