Pendistribusian program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada penerima bantuan pangan (PBP) sekitar 46.983 kepala keluarga (KK) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kendala. Kekosongan stok karung beras menjadi penyebab pendistribusian terlambat.
"Kalau minyak dan berasnya sudah oke, tetapi karung pembungkus berasnya itu yang belum clear," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mataram, Sudirman, saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Sudirman mengungkapkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) belum memastikan waktu ketersediaan karung pembungkus beras. Meski terjadi keterlambatan, Sudirman memastikan kondisi di masyarakat tetap kondusif dan tidak memicu gejolak warga.
"Hasil koordinasi kami dengan Bulog, hingga hari ini bantuan pangan untuk Maret dan April 2026 belum terdistribusi karena menunggu pengadaan karung beras. Kami sudah sampaikan ke kelurahan, untuk tetap koordinasi. (Insyaallah) tidak ada kegaduhan," terang Sudirman.
Sebagai informasi, bantuan pangan kepada 46.983 PBP di Mataram untuk Maret dan April 2026 seharusnya sudah dibagikan pada Mei 2026. Namun, hingga awal Juni, pendistribusian beras tak kunjung terealisasi.
Berdasarkan data DKP Mataram, total penerima bantuan pangan di wilayahnya terus alami peningkatan. Pada tahun ini, tercatat ada 46.983 KK, meningkat 51% atau berkisar 15 ribu KK dari penerima bantuan 2025 sebesar 31.046 KK.
"Penambahan itu bentuk respons atas usulan dari aparat paling bawah, yakni kaling dan lurah, yang kemudian diproses oleh pusat, melalui data terpadu kesejahteraan sosial," jelas Sudirman.
Simak Video "Video: Eks Ombudsman Diduga Ubah LHP yang Harusnya Usut Migor Langka"
(iws/iws)