detikBali

Wanita Penjual Jagung Rebus di Dompu Ditemukan Tewas, Diduga Minum Racun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wanita Penjual Jagung Rebus di Dompu Ditemukan Tewas, Diduga Minum Racun


Faruk - detikBali

Polisi menunjukkan botol berisi Lannate yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat N (55).
Foto: Polisi menunjukkan botol berisi Lannate yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat N (55). (Istimewa)
Dompu -

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Mayat perempuan ditemukan di pinggir jalan tanjakan Tekasire, Kecamatan Woja, Dompu, Rabu (3/6/2026). Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak buang air kencing. Diketahui, korban berinisial N (55), penjual jagung rebus yang sehari-hari berjualan di lokasi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, mengungkapkan N merupakan warga Desa Madaprama Kecamatan Woja. Jasad N pada saat ditemukan dalam posisi tengkurap di belakang sebuah bangunan kios tempat penjualan jagung rebus.

"Korban ditemukan sekitar pukul 17.25 Wita dalam kondisi terbaring di belakang lapak miliknya," kata Kasi Humas Polres Dompu Iptu I Nyoman Suardika, Kamis (4/7/2026).

ADVERTISEMENT

Suardika mengungkapkan korban pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang melintas dan kemudian memberitahukan kepada warga sekitar. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan mengeluarkan busa dari mulut.

"Di sekitar lokasi ditemukan kemasan herbisida jenis Lannate 25 serta botol air mineral yang berisi cairan diduga telah dicampur dengan bahan tersebut," jelasnya.

Berdasarkan hasil temuan awal dan memperhatikan kondisi tubuh, polisi mengindikasikan korban meninggal karena menenggak racun. Meski begitu, lanjut Suardika, polisi tetap melakukan pendalaman.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh di lapangan, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri," ujarnya.

Setelah dilakukan evakuasi ke RSUD Dompu jasad korban kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Elektrokardiogram (EKG) oleh petugas medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan aktivitas denyut jantung pada korban. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis dan visum atas permintaan pihak keluarga.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menyatakan menerima dan mengikhlaskan peristiwa tersebut serta menolak dilakukannya autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.



(hsa/hsa)









Hide Ads