detikBali

Kades di Lombok Timur Didemo Warga dan Dituding Selewengkan Uang Kas Masjid

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kades di Lombok Timur Didemo Warga dan Dituding Selewengkan Uang Kas Masjid


Sanusi Ardi W - detikBali

Warga berdemonstrasi di Kantor Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, NTB, Kamis (9/4/2026). (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Warga berdemonstrasi di Kantor Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, NTB, Kamis (9/4/2026). (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Muin, Kepala Desa (Kades) Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), didemonstrasi oleh warganya. Warga menuding Muin menggunakan uang kas masjid untuk keperluan pribadi.

"Kami ke sini menyampaikan aspirasi masyarakat, kepala desa ini telah banyak melanggar aturan penyimpangan, terutama yang paling fatal itu dana umat," kata koordinator aksi, Muhammad Istur, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istur menuding Muin telah menggunakan dana kas masjid untuk keperluan pribadi. Menurutnya, hal ini yang menjadi pemicu kemarahan masyarakat sehingga melakukan aksi demonstrasi.

"Sebelum menjadi kepala desa, sebelumnya dia pernah menjadi pengurus masjid, uang kas masjid yang dipakai itu sekitar Rp 173 juta," terang Istur.

ADVERTISEMENT

Istur menegaskan tuntutan masyarakat saat ini hanya satu, yaitu mendesak Muin mundur dari jabatan Kades Kerongkong. Warga mengancam akan menyegel kantor desa jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Sementara itu, Muin mengakui sempat meminjam uang kas masjid tersebut. Kendati demikian, ia mengklaim telah mengembalikan uang tersebut.

"Memang kalau di masjid pernah kami pinjam, sudah saya kembalikan. Saya juga sudah membuat surat pernyataan juga sebagai iktikad baik saya," kata Muin.

Berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang meminta dirinya mundur, Muin menyatakan tidak akan pernah mengundurkan diri dari jabatan. Menurutnya, tuntutan tersebut tidak mendasar.

"Saya tidak akan mundur, alasan pengunduran diri itu kan alasannya sudah ada aturannya. Kalau kami mundur, pertama mundur dengan sukarela, kedua berhalangan tetap atau meninggal dunia, dan ketiga kena kasus hukum," ujar Muin.

Muin berharap massa aksi jangan sampai melakukan penyegelan kantor desa. Menurutnya, hal tersebut dapat mengganggu pelayanan publik.

"Kami harapannya jangan sampai menggembok kantor desa supaya tidak terganggu masyarakat, kasihan masyarakat yang membutuhkan layanan nanti. Kami juga berharap jangan ada demo lagi," ucap Muin.

Pantauan detikBali, warga mendatangi Kantor Desa Kerongkong sekitar pukul 09.00 Wita dengan membawa gendang beleq. Demonstrasi tersebut dikawal ketat oleh kepolisian.




(iws/iws)










Hide Ads