Warga Lombok Timur Antre Berjam-jam demi Gas 3 Kg

Sanusi Ardy W - detikBali
Selasa, 07 Apr 2026 22:08 WIB
Foto: Antrean warga untuk membeli gas LPG 3 kg di Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, NTB. Selasa (7/4/2026). Foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Warga di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas LPG 3 kilogram (kg). Kelangkaan yang terjadi membuat warga berdesakan di sejumlah pangkalan sejak pagi hingga sore hari.

"Sejak tadi siang disini mengantre, tapi tidak apa-apa yang penting dapat gas. Lebih baik lama mengantre daripada capek keliling mencari," ujar Sumiatun (36), salah seorang warga ditemui detikBali, Selasa (7/4/2026).

Menurut Sumiatun, dengan membeli langsung di pangkalan jauh lebih murah ketimbang di pengecer. Meskipun pembelian gas LPG diharuskan membawa KTP, namun hal tersebut tidak dipermasalahkan.

"Tidak masalah walaupun membeli harus bawa menunjukan KTP, yang penting kita dapat dengan harga Rp 18 ribu, kalau di pengecer biasanya kan kadang Rp 25 ribu, bahkan lebih, apalagi ketika langka seperti ini," ucapnya.

Ia mengaku lebih memilih membeli langsung di pangkalan karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di pengecer. Meski harus menunjukkan KTP saat membeli, hal itu tidak menjadi persoalan baginya.

"Bikin pusing kalau gas LPG ini langka terus, sudah susah nyari untuk kebutuhan sehari-hari, lagi ditambah dengan masalah gas ini. Kami sebagai ibu rumah tangga makin pusing," imbuhnya.

Terpisah, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan kelangkaan gas LPG akhir-akhir ini terjadi dikarenakan masyarakat yang terlalu panik akibat pemberitaan media. Hal tersebut menurutnya membuat masyarakat menimbun gas LPG.

"Masyarakat kita panik dan merasa khawatir karena pemberitaan perang di media dan lain sebagainya itu. Sehingga saya curiga terjadi pembelian lebih dan menimbun gas LPG ini," kata Bupati yang akrab disapa Iron tersebut.

Iron, mengingatkan supaya masyarakat jangan melakukan penimbunan tabung gas LPG 3 kilogram. Ia meminta warga tidak panik dan tidak membeli melebihi kebutuhan, karena menurutnya hal itu justru merugikan orang lain.

"Jangan panik terhadap keberadaan LPG. Presiden sudah jelas menyampaikan bahwa harga BBM tidak dinaikkan, harga barang-barang juga tidak dinaikkan. Apa yang harus kita panikkan?," kata Iron.

Ia memastikan penambahan sebanyak 24.440 tabung gas LPG 3 kg dari Pertamina telah mulai disalurkan untuk menekan dampak kelangkaan tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk melakukan pengawasan dan penindakan bagi bagi pangkalan maupun pengecer yang bandel.

"Jangan menganggap bahwa bupati tidak punya kewenangan. Bupati jelas-jelas punya kewenangan terhadap pelanggaran yang dilakukan orang-orang tertentu, apalagi menyangkut subsidi. Tindakan tegas itu adalah tanggung jawab kami. Kita juga sudah minta tambahan dari Pertamina," tegas Iron.



Simak Video "Video: 4 Pelaku Perusakan Dapur MBG di Lombok Timur Ditangkap!"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork