detikBali
Lombok Timur

458 Pendaki Serbu Rinjani di Hari Pertama Dibuka, Jalur Sembalun Favorit

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Timur

458 Pendaki Serbu Rinjani di Hari Pertama Dibuka, Jalur Sembalun Favorit


Sanusi Ardi - detikBali

Pendaki Gunung Rinjani melakukan registrasi di TNGR Resort Sembalun, Lombok Timur, NTB, Rabu (1/4/2026).
Pendaki Gunung Rinjani melakukan registrasi di TNGR Resort Sembalun, Lombok Timur, NTB, Rabu (1/4/2026). (Foto: Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Sebanyak 458 orang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari pertama pembukaan. Jalur pendakian via Sembalun, Lombok Timur, menjadi favorit para pendaki.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardi Arisno, menyebutkan dari enam jalur pendakian Gunung Rinjani, Sembalun menjadi yang paling diminati. Sebanyak 370 orang tercatat melakukan pendakian dari jalur tersebut.

"Hari ini pertama pembukaan pendakian. Sembalun terbanyak dan menjadi pavorit para pendaki. Jadi, di Sembalun sendiri hampir untuk data saat ini ada 370 apendaki yang akan mendaki," pungkas Astekita, ditemui detikBali di Sembalun, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, jalur pendakian lain mencatat jumlah lebih sedikit. Jalur Timbanuh dilalui 55 orang, Senaru 20 orang, Tetebatu 9 orang, dan Aik Berik 4 orang.

ADVERTISEMENT

Astekita menambahkan, untuk jalur turun dari Gunung Rinjani, para pendaki lebih banyak memilih Torean.

"Karena itu jadi favorit untuk jalur turun jadi tidak ada pengunjungnya lewat sana (Torean)," terang Astekita.

Didominasi Wisatawan Nusantara

Astekita menyebutkan kunjungan pada hari pertama pembukaan pendakian didominasi wisatawan nusantara. Meski demikian, terdapat juga wisatawan mancanegara yang tercatat akan mendaki Gunung Rinjani.

"Sekitar 61 persen pendaki nusantara dan pendaki mancangera hanya 31 persen," ucap Astekita.

Terkait aspek keselamatan, TNGR berencana menambah jumlah CCTV serta memasang gelang teknologi atau Radio Frequency Identification (RFID). Namun, pada hari pertama pendakian, pemasangan RFID belum terlaksana karena masih dalam tahap uji coba dan penambahan fasilitas penunjang.

"Untuk saat ini masih belum, karena masih kami uji coba dulu dan menambah sejumlah fasilitas penunjang lainya seperti menambah akses internet," ujar Astekita.

Ia menegaskan jalur pendakian di Gunung Rinjani telah siap dan aman. Sebelum pembukaan kembali, pihak TNGR telah melakukan perbaikan di beberapa titik jalur pendakian.

"Kami pastikan pendakian di Gunung Rinjani telah aman untuk dikunjungi, karena selama penutupan kemarin sudah dilakukan perbaikan di beberapa jalur," imbuhnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads