Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) meluncurkan program 7 penataan pendakian di Gunung Rinjani. Peluncuran 7 program atau Seven Poin O itu berlangsung pada acara Rinjani Begawe Festival 2026 digelar pada Sabtu malam (28/3/2026) di Teras Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rinjani Begawe Festival 2026 juga menjadi penanda dibukanya kembali aktivitas pendakian di Gunung Rinjani pada 1 April 2026 setelah ditutup selama 3 bulan pada 1 Januari hingga 31 Maret 2026.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan mengatakan, tujuh program penataan pendakian difokuskan pada aspek keselamatan, pengawasan, dan keberlanjutan lingkungan dan ekologis di Rinjani.
Ketujuh program tersebut, Budhy berujar, dirancang sebagai langkah penguatan sistem monitoring pendakian, sekaligus mengantisipasi zore accident di jalur pendakian.
"Ada tujuh program yang kita angkat tahun ini, dalam rangka monitoring pendakian untuk penguatan keselamatan. Salah satunya pendakian menggunakan gelang teknologi atau Radio Frequency Identification (RFID)," ujarnya saat diwawancarai, Sabtu malam (28/3/2026).
Selai itu, 7 program tersebut mencakup penggunaan sistem digital berbasis Android dan Ios untuk pendaki. Kemudian penguatan sistem pemantauan melalui pemasangan menara yang dilengkapi CCTV, hingga pengembangan infrastruktur pendukung sinyal dan shelter di 4 titik kawasan pendakian Rinjani.
Budhy mengatakan, BTNG menargetkan tidak ada lagi titik blank spot di jalur pendakian Rinjani. Beberapa kawasan masih blank spot di Rinjani terdapat di area camping Segara Anak, jalur Torean, Timbanuh, Aik Berik, dan sebagian di jalur Senaru.
"Kami pelan-pelan akan perbaiki infrastruktur. Nanti akan ada penambahan 4 titik tower yang akan kita bangun tahun ini salah satunya di Segara Anak," kata Budhy.
Menurut Budhy, untuk penguatan program zero waste di Rinjani, TNGR akan menerapkan sistem pendataan sampah berbasis digital. Setiap pendaki wajib mengisi form sampah plastik yang dibawa ke Rinjani.
"Sekarang kita masih manual. Nanti pakai barcode. Nanti guide mengisi identitas pendaki dan data sampah yang dibawa. Ketika turun akan dicek di pintu keluar. Ini aplikasinya sedang dalam masa percobaan," ujar Budhy.
Khsusus penerapan RFID atau gelang digital pendaki, tutur Budhy, akan diberikan 1 unit kepada ketua kelompok pendaki untuk memantau aktivitas pendaki selama berada di Gunung Rinjani.
Penerapan sistem ini kata dia, akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026, seiring dengan kesiapan infrastruktur dan perangkat pendukung.
"Nanti itu teknisnya seperti itu. Belum bisa kita terapkan pada pembukaan April ini, tapi kita pastikan tahun ini diberlakukan," tegas Budhy.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menekankan pentingnya peningkatan layanan pariwisata atau hospitality sebagai pendukung utama aktivitas pendakian di Rinjani.
Menurutnya, integrasi atau penggabungan layanan menjadi salah satu fokus ke depan, termasuk kemungkinan penerapan sistem pembayaran terpadu bagi wisatawan. Tujuannya, para pendaki cukup melakukan satu kali transaksi kemudian dapat menikmati semua layanan yang ada.
"Kita ingin ada integrasi layanan, semacam one stop service, sehingga memudahkan wisatawan dalam mengakses berbagai kebutuhan di Rinjani," katanya.
Budhy juga menyoroti pentingnya pengelolaan kuota pendakian agar tetap optimal, termasuk mencari cara agar potensi kunjungan pada hari kerja tetep tinggi, yang selama ini relatif lebih sepi dibanding akhir pekan.
"Mungkin ada atraksi yang perlu dihadirkan gitu. Ya maksudnya ini untuk mengisi gap-gap yang kosong. Kan kita maunya dari Senin sampai Senin itu ramai kan gitu," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, aktivitas pendakian di Gunung Rinjani akan mulai dibuka pada 1 April 2026. Antusiasme pendaki terlihat dari tiket pendakian yang telah habis terjual pada periode awal ini.
Sebanyak 652 tiket untuk periode 1 hingga 4 April 2026 telah habis dibooking, baik dari pendaki domestik maupun mancanegara. Jumlah tersebut tetap mengacu pada pengaturan kuota harian yang diberlakukan, guna menjaga keberlangsungan lingkungan.
Simak Video "Video: Biaya Tiket Masuk Gunung Rinjani Bakal Naik Jadi Segini!"
(hsa/hsa)