21 Paus Pilot Mati Setelah Terjebak Jaring di Rote Ndao

Yufengki Bria - detikBali
Selasa, 10 Mar 2026 22:24 WIB
Foto: Petugas BKKPN Kupang saat mengidentifikasi paus pilot yang mati di Perairan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT, Selasa (10/3/2026). (Dok. BKKPN)
Kupang -

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, mengungkapkan sebanyak 21 paus pilot (globicephala macrorhynchus), dilaporkan mati setelah terjebak jaring nelayan di Perairan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami melaporkan sementara yang mati itu ada 21 ekor," ujar Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi, kepada detikBali, Selasa (10/3/2026).

Imam menjelaskan saat ini petugas gabungan sedang melakukan penguburan terhadap puluhan mamalia laut itu. Kemudian, 34 ekor di antaranya kembali ke laut yang dalam dalam kondisi hidup. Menurutnya, dari sejumlah paus tersebut, yang berukuran panjang itu adalah 5,1 meter. Kemudian, yang terkecil itu 2,4 meter.

"Saat ini tim bersama petugas gabungan di lokasi sedang prosesi kubur yang mati," jelas Imam.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 ekor paus pilot dilaporkan mati setelah terjebak jaring pukat nelayan di perairan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemunculan mamalia laut itu terjadi pada Senin (9/3/2026) sore.

"Berdasarkan identifikasi dari teman-teman di lapangan itu ada 11 ekor yang sudah mati," ujar Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi kepada detikBali, Selasa (10/3



Simak Video "Menikmati Se'i Sapi dan Jagung Katemak di Desa Benteng None"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork