Pengusaha Hotel Mandalika Ikut Soroti Maraknya Proyek Vila di Atas Bukit

Edi Suryansyah - detikBali
Minggu, 01 Mar 2026 06:30 WIB
Foto: Aktivitas pengerukan bukit di Mandalika yang diduga hendak dikerjakan sebagai vila. (Edi Suryansyah/detikbali)
Lombok Tengah -

Mandalika Hotel Association (MHA), menyoroti maraknya pembangunan vila maupun hunian lainnya di area perbukitan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menyebabkan banjir terus terjadi belakangan ini.

Para pengusaha hotel dan restoran di Mandalika ini juga mendorong supaya adanya evaluasi tata ruang dari pemerintah daerah (pemda) yang berbasis daya dukung lingkungan, integrasi sistem drainase dari hulu ke hilir, serta percepatan perbaikan infrastruktur yang rentan.

"Kuta Mandalika adalah etalase pariwisata Lombok. Yang dipertaruhkan bukan hanya aktivitas usaha lokal, tetapi reputasi daerah di mata wisatawan dan investor internasional," kata Ketua MHA, Samsul Bahri kepada detikBali, Sabtu (28/2/2026).

Samsul menjelaskan secara umum wisatawan tetap dalam kondisi tenang dan aktivitas perhotelan berjalan normal. Hingga saat ini, kata dia, pembatalan reservasi belum menunjukkan angka yang signifikan.

"Namun kami juga tidak menutup mata bahwa setiap gangguan infrastruktur berpotensi mempengaruhi persepsi terhadap destinasi," imbuhnya.

Ia menyampaikan pariwisata adalah sektor yang sangat sensitif terhadap isu keselamatan dan aksesibilitas. Samsul menyebut sekali citra destinasi terganggu, proses pemulihannya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, setiap kejadian harus menjadi perhatian serius bersama.

"Kawasan KEK Mandalika, Lombok NTB selama ini membawa semangat besar tentang Quality and Sustainable Tourism. Bagi kami, konsep keberlanjutan tidak boleh berhenti pada slogan atau promosi semata," tegasnya.



Simak Video "Video Komisi VII Bicara Soal Pembangunan Vila di Pulau Padar"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork