Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Mataram, tadi pagi. Sidak dilakukan untuk memastikan kehadiran dan pelayanan pegawai pada hari pertama kerja di bulan suci Ramadan.
Pantauan detikBali di lokasi, sejumlah lorong ruangan OPD terlihat sepi dan belum banyak aktivitas pada pagi hari. Meski demikian, Alwan menyebut mayoritas pegawai tetap hadir dan datang tepat waktu.
"Saya lihat (banyak yang) aktif, dan datang tepat waktu jam 08.00 Wita. Banyak yang masuk," kata Alwan saat dikonfirmasi di kantornya usai sidak, Kamis.
Ia menyebut tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Mataram mencapai 99 persen.
"99 persen persentasenya. Ada yang izin sakit karena kurang sehat, dan ada juga yang cuti. Tapi yang tidak masuk (bolos) nggak ada," terangnya.
Alwan berharap tingkat kedisiplinan tersebut tetap terjaga hingga akhir Ramadan.
"Harapan kita, ini kan suatu kewajiban, jangan sampai ibadah ini menjadi alasan," jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mengingatkan ASN agar tidak bolos pada hari pertama puasa. ASN yang tidak masuk kerja tanpa keterangan terancam pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 2 persen.
Pemkot Mataram juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/812/SETDA/II/2026 tentang penetapan jam kerja ASN selama Ramadan 2026.
Untuk perangkat daerah dengan lima hari kerja, jam kerja Senin hingga Kamis dimulai pukul 08.00-15.45 Wita dan Jumat pukul 08.00-11.30 Wita.
Sementara itu, perangkat daerah dengan enam hari kerja berlaku Senin hingga Kamis pukul 08.00-14.00 Wita, Jumat pukul 08.00-11.00 Wita, dan Sabtu pukul 08.00-13.30 Wita.
Simak Video "Video: Menkes Targetkan MPPDN Diperluas ke 514 Kabupaten di Indonesia"
(dpw/dpw)