International Criminal Police Organization atau Organisasi Kepolisian Kriminal Internasional (Interpol) mendeteksi titik koordinat keberadaan ponsel milik pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras. Martin merupakan korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Martin dan dua anak laki-lakinya hingga kini belum ditemukan. Operasi pencarian korban hari ini difokuskan di titik koordinat sinyal ponsel tersebut di perairan sekitar lokasi kejadian. Namun, sinyal handphone (HP) pelatih Valencia itu terdeteksi pindah-pindah di laut.
"Interpol menangkap titik koordinat sinyal handphone milik korban," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, di Pos Operasi SAR, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis (1/1/2026).
Budi adalah pendamping keluarga korban di Labuan Bajo. Organisasi yang dipimpinnya turut mengerahkan sejumlah penyelam untuk membantu pencarian korban di lokasi kejadian.
Menurut Budi, titik koordinat sinyal HP korban sempat terlacak berada di perairan selatan Selat Pulau Padar. Namun, sinyal HP yang sama kemudian terlacak di utara Pulau Batu Tiga. Budi menduga HP itu berada dalam kapal yang terus berpindah posisi karena terseret arus laut.
"Ada kemungkinan HP berada dalam kapal dan bergerak mengikuti arus," ujar Budi.
Simak Video "Video: Bangkai Kapal Pelatih Velencia Ditemukan, Begini Kondisinya"
(iws/iws)