Pesan Ganja 1,7 Kg dari Lampung, Pria Lombok Ditangkap Polisi

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 05 Agu 2022 15:55 WIB
Polda NTB menunjukkan barang bukti ganja kering milik tersangka IR, Jumat (5/8/2022).
Polda NTB menunjukkan barang bukti ganja kering milik tersangka IR, Jumat (5/8/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Mataram -

IR (36) kedapatan memesan narkotika jenis ganja seberat 1,7 kilogram dari Kota Lampung, Sumatera, pada Senin (1/8/2022) kemarin. Pengedar ganja kering asal Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, NTB ini dibekuk Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, pengungkapan kasus peredaran ganja kering tersebut bermula saat polisi mengendus adanya kiriman paket ganja dari salah satu jasa pengiriman barang di Lombok Timur. Pelaku IR dibekuk di Jalan Montong, Lombok Timur, usai mengambil paket ganja kering kiriman dari Lampung sekitar pukul 10.00 Wita.

"Jadi tersangka IR ini dibekuk setelah mengambil kiriman ganja di Jalan Montong, Lombok Timur," kata Artanto dalam keterangan pers, Jumat (5/8/2022), di Mapolda NTB.


Setelah dibekuk di Jalan Montong, pelaku IR kemudian dibawa ke rumahnya. Di sana ditemukan beberapa alat hisap, ponsel, timbangan, dan alat untuk memecah ganja kering siap edar.

"Tidak kami temukan ganja di kediaman pelaku. Tapi memang banyak alat-alat yang bersinggungan dengan ganja, kami amankan. Kami juga amankan sejumlah uang tunai hasil jual-beli ganja. Untuk jaringannya akan ditelusuri dan selidiki," kata Artanto.

Menurut IR, dia telah memesan ganja kering dalam jumlah yang sama sebanyak empat kali selama beberapa tahun belakangan. IR mengatakan, ia selalu memesan ganja kering di pengedar yang sama. Pria yang berprofesi wiraswasta ini mengaku mendapat keuntungan sekali kirim sebesar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta.

"Jadi barang-barang diedarkan di Lombok Timur. Siapa yang pesan, kami kasih. Siapa saja. Ini yang keempat kali. Biasa (jual ganja) untuk kebutuhan ekonomi dan sehari-hari," kata IR.

Untuk harga paketan ganja kering yang dijual IR cukup beragam. Mulai dari pecahan Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu. IR sengaja memecah ganja kering per paket untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Atas perbuatannya, kini IR diancam pasal 111 dan 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.



Simak Video "Detik-detik Penangkapan 2 Pengedar Ganja di Kendari"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/iws)