Mencicipi Kuliner Khas Para Raja Bangli di Ubud

Sui Suadnyana, Aryo Mahendro - detikBali
Kamis, 01 Okt 2026 07:00 WIB
Foto: Kuliner ayam keren atau be keren disajikan dalam perayaan hari jadi Sthala Ubud Bali ke-10, Rabu (30/9/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Ayam keren atau be keren disuguhkan di Sthala Ubud Bali. Kuliner khas para raja Bangli itu menjadi menu makan malam dalam rangka hari jadi Sthala Ubud Bali ke-10.

"Kami suguhkan ayam keren, satu dari 10 menu masakan khas Bali selama 10 hari menjelang hari jadi Sthala Ubud Bali ke-10," kata General Manager (GM) Sthala Ubud Bali, Lasta Arimbawa, saat konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

Kuliner itu menggunakan daging ayam afkir. Daging ayam yang utuh tanpa jeroan dilumuri bumbu khas Bali lalu dibalut dengan pelepah daun pinang.

Daging ayam afkir kemudian dimasak dengan diasap di tungku khusus selama sekira 28 jam. Sebelum dimasak, ayam yang dibungkus daun pinang itu dikubur dalam tumpukan kulit padi alias gabah.

detikBali turut mencicipi kuliner ayam keren itu. Daging ayam afkir matang sempurna dengan tekstur yang cukup lembut. Rasanya hampir sama dengan ayam betutu Bali. Namun, cita rasa be keren tidak segurih ayam betutu.

Daging ayamnya juga kering, berbeda dengan ayam betutu yang disajikan basah karena ada kuahnya. Rasa daging ayamnya baru terasa ketika dinikmati bersama bumbu lain seperti kecap.

"Karena efek dari durasi memasak yang sehari penuh, juga dilumuri bumbu Bali. Kalau ayam betutu dia basah karena ada kuahnya sedikit," ucap Lasta.

Lasta mengatakan be keren itu adalah satu dari 10 menu makan malam spesial hari jadi Sthala Ubud Bali. Satu porsi ayam keren yang disajikan utuh dapat dinikmati berdua atau tiga orang.

Hingga 10 Oktober 2026, pengunjung dan para tamu hotel akan disuguhkan menu autentik lain dari sembilan kabupaten di Bali. Beberapa di antaranya ada menu opokan pesinggahan khas Klungkung, sate serapah khas Karangasem.

Selain itu, ada siobak singaraja khas Buleleng, dan topot khas Gianyar, ayam betutu Gilimanuk khas Jembrana, entil khas Tabanan, ikan bakar Jimbaran khas Badung, dan sate plecing khas Denpasar. "Menu spesial dari Sthala Ubud Bali ada bebek timbungan," katanya.

Kuliner khas Bali yang autentik memang menjadi hal ditonjolkan selama 10 hari perayaan hari jadi Sthala Ubud Bali. "Alasannya karena terinspirasi dari kuliner khas Bali. Kami ingin membangkitkan menu lokal Bali. Kemudian, menu khas Bali bahkan tidak dikenal oleh semua orang Bali," kata Lasta.

Selain kuliner, hari jadi Sthala Ubud Bali selama 10 hari juga diisi dengan kegiatan lain. Kegiatan itu berupa pameran dan penjualan lukisan dalam rangka donasi ke taman kanak-kanak (TK) di Desa Lodtunduh, kompetisi di media sosial hingga penampilan dari penyanyi Shanti.

Melalui perayaan hari jadi ke-10, okupansi Sthala Ubud Bali sudah 100% hingga 10 Oktober 2026. Semua aktivitas perayaan hari jadi tak hanya dapat diikuti oleh para tamu hotel, tetapi juga pengunjung umum.

"Tanggal 10 Oktober nanti kami ada intimate dinner untuk 100 orang di wantilan, di rooftop," ujar Lasta.



Simak Video "Video: Melihat Generasi Muda Bertarung Kemahiran Membuat Lawar Bali"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork