Menikmati Blayag Mek Sambru Karangasem, Kuliner Legendaris Sejak 1967

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 07 Agu 2022 19:45 WIB
Made Sumbru sedang melayani pembeli blayag, Minggu (7/8/2022).
Made Sambru sedang melayani pembeli blayag, Minggu (7/8/2022). Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Salah satu kuliner blayag khas Karangasem, Bali, bisa dijumpai di Jalan Raya Gajah Mada, Amlapura. Kuliner legendaris blayag Mek Sambru sudah ada sejak tahun 1967.

Ni Made Sambru (78), penjual blayag khas Karangasem, menceritakan awalnya ia coba berjualan blayag karena terinspirasi dari ibunya yang sering membuat blayag di rumah. Ia kemudian berjualan blayag di Jalan Raya Gajah Mada, Amlapura, yang sampai saat ini lokasinya tidak berubah.

"Saya mulai jualan blayag sejak masih muda sekitar umur 20-an dan sampai saya menikah, bahkan punya cucu masih berjualan," kata Made Sambru yang setiap berjualan selalu memakai kebaya, saat ditemui di tempat jualan, Jalan Raya Gajah Mada, Minggu (7/8/2022).


Tempat Made Sambru berjualan sangat sederhana, hanya di emperan toko pinggir jalan. Meski begitu, Blayag Mek Sambru tidak pernah sepi pembeli sejak buka mulai pukul 12.00 Wita. Sehingga kini ia dibantu tiga orang karyawan untuk menyiapkan lauk di rumah maupun membantu melayani pembeli.

"Pelanggan saya tidak hanya dari wilayah Karangasem, tapi sering juga ada yang datang rombongan, bahkan dulu sempat sampai tidak kebagian tempat duduk jadi harus duduk di bawah," kata Made Sambru.

Satu porsi Blayag Mek Sambru, kuliner khas Karangasem sejak tahun 1967.Satu porsi Blayag Mek Sambru, kuliner khas Karangasem sejak tahun 1967. Foto: I Wayan Selamat Juniasa

Lauk yang disediakan sangat lengkap, seperti tempe, plecing, ayam goreng, ayam kare, ayam tok-tok, telur, urab, saur, sate ayam, kuah santan, dan lainnya. Pelanggan bisa memilih lauk sesuai selera masing-masing.

Dalam sehari blayag ini bisa terjual sekitar 150-200 porsi, dengan omzet sekitar Rp 1,5 juta - Rp 2 juta. Untuk satu porsi blayag dengan lauk lengkap dibanderol Rp 20 ribu untuk makan di tempat, sedangkan untuk dibawa pulang, para pelanggan bisa membeli mulai dari Rp 10 ribu.

Made Sambru mengaku sering menerima pesanan untuk acara hajatan dan lainnya. Usia yang sudah tua, membuat Made Sambru berencana mewariskan kuliner blayag tersebut kepada anak, ponakan, dan cucunya.

"Saya tidak mau kuliner blayag yang sudah saya rintis sejak tahun 1967 hilang begitu saja. Sehingga saya sangat berharap agar bisnis ini bisa diteruskan oleh anak, ponakan, dan cucu saya," harapnya.



Simak Video "Memburu Jajanan Legendaris Murah Meriah di Blok M"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)