Keluarga Beberkan Hasil Investigasi Kematian Dokter Icha

Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali
Minggu, 05 Jul 2026 12:31 WIB
Foto: Suasana duka di rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupang, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Keluarga membeberkan sejumlah hasil investigasi terkait kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha. Dokter perempuan itu meninggal bunuh diri akibat diintimidasi oleh tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU) dan satu aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Peternakan TTU.

Paman Dokter Icha, Fabianus Banase, mengatakan hasil investigasi menemukan Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu menempatkan Icha bersama pasien umum saat menjalani perawatan akibat depresi. Padahal, kondisi kejiwaannya saat itu harus memerlukan penanganan khusus.

Selain itu, RS Leona juga tidak menyediakan ruang isolasi bagi mendiang selama menjalani perawatan. Kemudian, tidak ada pendampingan selama proses pemeriksaan kejiwaan.

Selanjutnya, kejadian tersebut tidak dilaporkan oleh RS Leona terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU maupun Bupati TTU dalam waktu 1x24 jam. Kemudian, fasilitas pengamanan seperti CCTV juga tidak memenuhi standar.

"Kami sangat menyayangkan sikap manajemen RS Leona yang sampai saat ini belum memberikan penjelasan resmi kepada publik melalui konferensi pers," ujar Fabi, sapaan Fabianus, saat dihubungi detikBali, Minggu (5/7/2026).

Fabi mengungkapkan temuan keluarga menunjukkan kelemahan penanganan dari rumah sakit, baik dari aspek pelayanan medis maupun pendampingan.

Fabi berharap laporan yang telah dilayangkan ke Polda NTT segera ditindaklanjuti agar keluarga mendapat keadilan dan kepastian hukum. Sebab, kasus tersebut menjadi perhatian publik dan sejumlah pihak.



Simak Video "Video: Usut Tuntas Keterlibatan Anggota DPRD di Kasus Kematian dr Icha"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork