Tren gaya hidup sehat yang tengah menjamur di Bali membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal di Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Kadek Dwi Andika dan istrinya, Nenik Suryanadi, kini kebanjiran pesanan telur ayam omega yang permintaannya melonjak tajam dari komunitas olahraga dan pelaku diet.
"Kalau untuk pasar telur omega ini memang kami menyasar konsumen yang memiliki lifestyle sehat ya, karena kandungan nutrisinya berbeda dan lebih bagus untuk tubuh. Permintaannya tinggi sekali dari teman-teman olahraga sampai kita kadang kewalahan memenuhi pasokan lokal Bali," ujar Nenik Suryanadi saat ditemui di peternakannya, Kamis (18/6/2026).
Tingginya minat masyarakat membuat usaha peternakan rumahan bernama Candi Kusuma Pinatih Farm ini berencana melakukan ekspansi. Nenik mengaku dalam sepekan terakhir saja mereka sudah mampu memasarkan hingga 1.000 butir telur omega dengan harga Rp 75.000 per krat untuk ukuran tanggung.
"Nilai jual telur omega ini cenderung stabil di angka Rp 60.000 sampai Rp 65.000 dalam enam bulan terakhir, baru sekarang menyentuh Rp 75.000 karena kami langsung dari peternakan jadi konsumen tidak ragu. Malahan melihat pasar yang sangat potensial ini, kami sudah ada rencana untuk memperbesar area dan menambah bangunan kandang baru," tutur Nenik.
Tidak hanya telur omega, permintaan untuk telur ayam biasa di peternakan ini juga mengalami peningkatan drastis jelang hari raya. Konsumsi yang tinggi dari pusat kebugaran (fitness) serta rumah sakit membuat produksi harian terserap dengan cepat dalam hitungan jam.
"Produksi telur ayam biasa kami berkisar 500 butir per hari, tapi permintaan yang datang itu sangat tinggi bisa sampai 1.000 hingga 2.000 butir langsung habis dalam sehari. Salah satu pemicunya karena sekarang tempat fitnes bermunculan di mana-mana, bahkan satu lokasi saja bisa menghabiskan sampai 10 krat telur per hari," kata Kadek Dwi Andika.
Simak Video "LEADERS FORUM: Jebakan "Hidden Sugar" Diam-Diam Bikin Gendut"
(hsa/hsa)