Round Up

Ragam Upaya Mengungkap Pengakuan 2 PMI Dipaksa Layani 450 Pria

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 07 Mei 2026 09:45 WIB
Foto: Tangkapan layar pengakuan PMI asal NTB ngaku dipekerjakan tidak layak di Arab Saudi. (Dok. Istimewa)
Mataram -

Kasus dua pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengaku menjadi korban prostitusi dan perdagangan manusia di Arab Saudi masih buram. Sampai sekarang, identitas dua PMI yang disebut berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu belum diketahui. Sebelum, pengakuan mereka dipaksa majikan melayani 450 pria dalam sebulan viral di media sosial (medsos).

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTB, Ponco Indriyo, mengungkapkan sudah melakukan sejumlah upaya mengungkap kasus itu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu identitas kedua PMI.

BP3Mi sampai sekarang belum menerima aduan dari keluarga dua PMI yang mengaku dipaksa melayani 15 pria hidung belang oleh majikannya di Arab Saudi itu.

"Sampai hari ini, kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga. Tapi ini belum ada," kata Ponco dihubungi detikBali, Rabu (6/5/2026).

Identitas Masih Ditelusuri

Ponco mengatakan BP3MI terus menelusuri identitas kedua PMI yang disebut-sebut berasal dari Bumi Gora tersebut. Penelusuran dilakukan setelah video pengakuan keduanya viral di media sosial Instagram.

"Ya sampai sekarang kami menelusuri yang bersangkutan. Kami juga sudah mencoba mention yang mengambil video tapi tidak ada respons," ujar Ponco.

Menurutnya, sejumlah akun yang menyebarkan video itu juga belum bisa memberikan informasi pasti terkait identitas kedua perempuan tersebut.

"Jadi kami belum bisa dikatakan benar dan tidak. Apakah keduanya dari NTB atau tidak," tukas Ponco.



Simak Video "Video: Diduga Jual 3 Anak, Pria di Makassar Laporkan Istrinya ke Polisi"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork