detikBali
Round Up

Motif Balas Dendam Pembunuhan Sadis Penonton Pasola di Sumba Barat Daya

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Motif Balas Dendam Pembunuhan Sadis Penonton Pasola di Sumba Barat Daya


Tim detikBali - detikBali

Pria bernama Agustinus Radu Lota (32) dibacok lima orang hingga tewas saat menonton Pasola di lapangan SD Masehi Kori, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, SBD, NTT, Rabu (28/1/2026). (Dok. Polres SBD)
Foto: Pria bernama Agustinus Radu Lota (32) dibacok lima orang hingga tewas saat menonton Pasola di lapangan SD Masehi Kori, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, SBD, NTT, Rabu (28/1/2026). (Dok. Polres SBD)
Kupang -

Motif pembunuhan sadis terhadap Agustinus Radu Lota (32) terungkap. Diduga pembunuhan yang dilakukan oleh lima orang merupakan aksi balas dendam.

Agustinus dianiaya secara sadis hingga tewas saat sedang menonton pasola (ketangkasan lempar lembing dari atas kuda) di Lapangan SD Masehi Kori, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motifnya karena dendam terkait kasus pembunuhan di tahun 2022," ungkap Kasi Humas Polres SBD AKP Bernardus Mbili Kandi kepada detikBali, Minggu (1/2/2026).

Lima Pelaku Masih Diburu

ADVERTISEMENT

Bernardus membeberkan ada lima orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut, yakni Rofinus Rangga (41), Marsel Rangga (32), Jhoni Rangga (28), Mikael (25), dan Radu Bungsu (26). Seusai menghabisi korban, kelima pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

"Sampai sekarang masih diburu. Para pelaku itu lari berpindah-pindah tempat dan tidak menetap, sehingga tetap lakukan pengejaran," jelas Bernardus.

Meski mengaku didorong dendam lama, Bernardus menyebut alasan tersebut patut dipertanyakan. Pasalnya, dalam perkara pembunuhan pada 2022 yang dijadikan dasar dendam, nama korban tidak tercantum dalam berkas perkara.

"Sejauh dalam proses penyidikan pada kasus 2022, itu korban tidak ada dalam berkas perkara. Jadi kemungkinan kecurigaan para pelaku saja untuk membunuhnya," pungkas Bernardus.

Kronologi Pembacokan

Diberitakan sebelumnya, Agustinus Radu Lota tewas dibacok lima orang saat menonton pasola di lapangan SD Masehi Kori, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Rabu.

"Ya kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wita saat korban menonton Pasola. Korban meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)," ujar Bernardus kepada detikBali, Jumat (30/1/2026).

Bernardus menuturkan peristiwa bermula ketika Agustinus bersama rekannya, Dominggus Gheru Kaka (24), melintasi kawasan SD Masehi Kori dan melihat warga sedang latihan Pasola. Keduanya kemudian berhenti untuk menonton.

Agustinus memilih menonton dari pinggir jalan, tepat di depan Kantor Camat Kodi Utara. Sementara Dominggus menonton dari atas tribune. Tak berselang lama, Dominggus melihat Rofinus Rangga memukul Agustinus menggunakan sebatang kayu di bagian kepala.

Pukulan tersebut membuat Agustinus berusaha melarikan diri. Namun, Marsel Rangga mengejarnya dan membacok korban di bagian kepala satu kali. Pada saat bersamaan, Jhoni Rangga yang menunggangi kuda memukul korban menggunakan lembing hingga tersungkur.

Setelah korban jatuh, Marsel bersama Jhoni, Mikael, dan Radu langsung membacok Agustinus secara membabi buta di sekujur tubuh hingga tewas di lokasi kejadian.

"Pada saat kejadian, teman korban (Dominggus) sempat teriak agar para pelaku menghentikan perbuatannya, tetapi mereka tak hiraukan dan terus-menerus membacok korban," tutur Bernardus.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads